| Drg Dhanni Gustiana, Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional |
|
|
|
| Ditulis oleh Ahmad Nas Imam | |
| Senin, 07 Desember 2009 | |
|
PURWOREJO, Kepala Puskesmas Seborokrapyak Kecamatan Banyuurip, drg Dhanni Gustiana, terpilih sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional. Menurut catatan Dinas Kesehatan Propinsi Jateng, drg Dhanni Gustiana merupakan tenaga kesehatan pertama dari Purworejo yang mendapat penghargaan sebagai tenaga kesehatan teladan nasional. Karena prestasinya itu, ia berhak membawa pulang hadiah motor, laptop, printer, kamera digital serta uang pembinaan, serta bertemu dengan Menteri Kesehatan dan Presiden RI Terpilih menjadi tenaga kesehatan teladan nomor 1 se Jawa tengah serta teladan tingkat Nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dhanni karena untuk mendapatkan gelar itu kompetisi yang terjadi cukup ketat. Bahkan konon ada suatu daerah yang tidak dapat menerima ketika calonnya kalah dalam kompetisi, sehingga berusaha dengan berbagai cara agar daerahnya dapat menjadi juara. Menurut suami dari Drg Alfiyanti Saidah serta ayah dari Keisha Hanifa Alma Mayra dan Ghifarrel Svensk Al Hanif ini, terpilih sebagai teladan bukan karena dirinya pintar. “Semua itu hanya suatu kebetulan saja, karena ridho dari Allah SWT dan bantuan teman2 terutama di Puskesmas Seborokrapyak serta Dinas Kesehatan,” katanya merendah. Ia berharap, pada tahun-tahun mendatang tenaga kesehatan dari Purworejo bisa mendapat juara lagi. “Saya siap membantu teman-teman yang ingin mengikuti seleksi tenaga kesehatan teladan,”tambahnya lagi.
Sedangkan segudang prestasi lain di antaranya lulusan tercepat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (2000), Tenaga Medis Teladan Provinsi Jawa Tengah (2009), Penghargaan Dokter Teladan Nasional dari Menteri Kesehatan (2009). Selain itu menjadi penerima beasiswa prestasi akademis Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; penerima beasiswa WHO Collaborating Center Radboud Universiteit, Nijmegen, Belanda (2008); penerima beasiswa Umea International School of Public Health -Umea University, Swedia, 2009, Ia juga menjadi Indonesian Representatives on World Congress of Preventive Dentistry-Phuket-Thailand-2009, serta menjadi juri National Competition on Student Clinician Research-DENTSPLY AWARD bersama dengan Prof Hideo Miyazaki (Niigata Univ. Jepang) dan Dr Clive Wright (New South Wales- Australia). *
|
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
