Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Pendidikan arrow Puluhan Siswi SMPN 2 Purworejo “Kesurupan” Massal

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Iklan Ayam Pelung

 

 

 

 

Puluhan Siswi SMPN 2 Purworejo “Kesurupan” Massal Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Selasa, 12 Desember 2006
Puluhan siswi SMP Negeri 2 Purworejo, Jawa Tengah, Senin (11/12) mengalami histeris seusai melakukan upacara bendera. Peristiwa yang oleh masyarakat disebut sebagai “kesurupan massal” itu mengakibatkan 9 siswi tak sadarkan diri serta mengigau. Kejadian itu menggegerkan sekolah itu karena sebagian besar siswa ketakutan.

Peristiwa itu bermula saat upacara bendera berlangsung di halaman depan SMP Negeri 2 Purworejo. Di tengah-tengah berlangsungnya upacara, tiba-tiba seorang siswi Dyah Ayu Purbasari mengeluh sakit sehingga ia digotong ke ruang UKS. Beberapa saat kemudian sejumlah pengurus OSIS menengok temannya di UKS.

Kartika Nur Isnaeni, wakil ketua OSIS yang menemani Dyah di UKS, kepada teman-temannya mengaku baru saja melihat wanita berbaju putih berambut panjang dengan mata melotot. Kartika juga mengatakan kalau wanita itu berkata bahwa dirinya merasa terganggu.

Mendengar cerita mistis itu puluhan siswi ketakutan hingga menjerit histeris. Dalam waktu yang singkat ketakutan menjalar ke hampir semua siswa di sekolah itu. Dari puluhan siswi yang “kesurupan”, tiga anak mengalami paling parah. Ketiganya bahkan harus ditangani oleh seorang kyai untuk menyadarkannya.

Peristiwa kesurupan massal itu lalu dihubung-hubungkan dengan kegiatan rehab bangunan yang kini tengah berlangsung. Para guru menganggap para siswi kemasukan setan penghuni gedung yang sedang diperbaiki itu. Untuk mengatasinya pihak sekolah mengundang sejumlah orang pintar untuk “mengusir” setan dari tubuh para siswi yang “kesurupan”. *

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >