Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Kriminal arrow AKBP Lilik Purwanto Jadi Korban Kebrutalan Anak Buah

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Iklan Ayam Pelung

 

 

 

 

AKBP Lilik Purwanto Jadi Korban Kebrutalan Anak Buah Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Jumat, 16 Maret 2007
Mendiang Lilik PurwantoFoto kenang-kenangan alm saat serah terima jabatan Kapolres Klaten (Repro: JP)
 
SEMARANG, Pukulan berat menerpa jajaran Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Semarang khususnya, dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah pada umumnya. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Lilik Purwanto, Wakil Kepala Polwiltabes Semarang, Rabu (14/3) pagi lalu tewas diberondong enam kali tembakan anak buahnya, Brigadir Satu (Briptu) Hance Chris, di ruang kerjanya.
Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak, itulah takdir yang diterima oleh perwira menengah lulusan Akpol 1986 itu. Lilik Purwanto tewas di tangan anak buahnya yang mendadak brutal hanya karena akan dipindah tugas ke Polres Kendal, Jawa Tengah. Mantan Kapolres Kebumen dan Klaten itu tewas seketika setelah menerima hunjaman timah panas dari revolver Hance di bagian dada dan punggung.

Tragedi berdarah itu terjadi usai apel pagi di Mapolwiltabes Semarang.
Hance yang anggota Provost itu tiba di kantor langsung menuju ke ruang Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) untuk mengkonfirmasi rencana kepindahannya ke Polres Kendal. Di ruang P3D Hance menemui Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Titik Sumaryati, staf tata usaha pagi itu mendapat tugas menyerahkan surat mutasi.

Di depan Titik, Hance menunjukkan amarahnya karena tahu akan dipindah.
Bahkan akhirnya Hance dengan kasar menodongkan pistol ke kepala Titik dan menyeretnya menuju ke ruang Wakapowilltabes. Dalam perjalanan menuju ke ruang Almarhum Lilik PurwantoAKBP Lilik Purwanto, Hance beberapa kali menyalakkan pistolnya sehingga menimbulkan kepanikan.

Pada saat yang sama Lilik Purwanto bermaksud keluar dari ruang kerjanya karena mendengar suara letusan pistol. Tetapi Hance dengan menyeret Titik lebih dulu memasuki ruang Lilik Purwanto. Hance dan Lilik Purwanto terlibat pembicaraan singkat, lalu disusul dengan tembakan tiga kali ke arah dada atasannya itu dari jarak satu meter. Seketika itu juga Lilik Purwanto tersungkur dan bersimbah darah.

Meski AKBP Lilik Purwanto sudah tersungkur, rupanya kebrutalan Hance belum juga sirna. Sambil membentak-bentak korban sambil mengayunkan tendangan, Hance kembali menghunjamkan timah panas tiga kali ke arah punggung korban.
Namun di luar ruangan, sejumlah sniper Brimob diam-diam membidik bintara lulusan Secaba tahun 1999 itu. Dalam hitungan detik sebuah peluru melesat menghunjam dada Hance. Dan bintara pengantin baru itu pun tersungkur.

Almarhum AKBP Lilik Purwanto meninggalkan seorang istri, Ratih Lukitaningrum (33) dan tiga orang anak. Setelah diotopsi, jenazah Lilik dibawa ke rumah dinas Wakapolwiltabes di Jalan Bukit Cengkeh No 20 Bukit Sari Semarang. Sorenya pukul 16.30 jenazah AKBP Lilik Purwanto dilepas oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dody Sumantyawan untuk dimakamkan di makam prajurit Bergota Semarang. *

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >