Menu Content/Inhalt
Halaman Utama

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Iklan Ayam Pelung

 

 

 

 

Lancar, Pelaksanaan UN SMP di Purworejo Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 26 April 2012
Bupati Purworejo (dua dari kiri) didampingi Kepala Dinas P dan K tinjau UN di SMP Negeri 1PURWOREJO, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain M.Ag Senin (23/4) lalu meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk SMP/MTs dan SLB di Kabupaten Purworejo. Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bambang Aryawan melihat pelaksanaan UN di SMP Negeri 1 Purworejo. Bupati diterima Kepala SMP Negeri 1 Purworejo Drs Sutopo Slamet beserta guru pengajar, serta ketua komite sekolah Drs Agus Budi Supriyanto MM. Kehadirannya tidak masuk ruang kelas, namun langsung menuju ruang sekretariat UN di salah satu ruangan. Setelah mendapat penjelasan kepala sekolah dan panitia, bupati meninjau sekretariat rayon 1. SMPN 1 ditunjuk sebagai lokasi sekretariat rayon 1 yang membawahi 18 sekolah SMP dan SLB.

 
Sutopo Slamet yang juga ketua rayon 1 menjelaskan, bahwa soal telah tiba di sekretariat rayon, Sabtu (21/4), jm 10.00. Soal dimasukkan di salah satu ruang khusus yang steril dan dikunci. Pemegang kunci hanya dirinya sebagai ketua rayon. Mulai jam 19.00-07.00 dijaga angota kepolisian, sedangkan siang hari dijaga petugas sekretariat.Ia mengaku, penerimaan soal tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, baik mekanisme maupun percetakannya.
 
Tiap sekolah sudah mendapat paket-paket soal dari percetakan. Pihaknya tinggal memasukkan di almari penyimpanan, pagi hari saat hari H tinggal  diletakan di masing-masing meja yang sudah tertera  nama sekolah.“Penerimaan soal kali ini lebih mudah dibanding tahun lalu. Tiap sekolah sudah tertera alamatnya dalam paket soal. Sehingga kemungkinan tertukar sangat kecil. Cetakannya juga bagus, sangat jelas dan mudah dibaca,”katanya.
 
Tiap ruang klas mendapat lima paket soal. Distribusi soal ke peserta UN berdasarkan denah yang ada. Denah baru bisa diketahui saat membuka amlop soal. Disekolahnya, tercatat 156 anak peserta UN. Hari pertama, tidak ditemukan kendala, baik oleh panitia maupun siswa. Dari jumlah tersebut, hadir semua untuk mengikuti UN.Ia optimis hasil UN tahun ini tidak mengecewakan, sebab siswa sebelumnya mendaoat latihan (try out) sebanyak tiga kali.
 
Soal try out, dimintakan dari pusat, dan tukar menukar dengan daerah lain, seperti Yogyakarta, Magelang dsb. Orang tua siswa mendapat tembusan hasil try out beserta rankingnya, baik ranking di sekolahnya maupun tingkat kabupaten. Dari ranking kabupaten itulah, siswa bisa mengukur untuk mendaftar di sekolah mana nantinya. Berdasarkan pengamatan tahun-tahun sebelumnya, hasil UN tidak akan beda jauh dari hasil try out.*
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >