Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Pertanian arrow Bupati Lakukan Panen Perdana Padi Hibrida di Butuh

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Iklan Ayam Pelung

 

 

 

 

Bupati Lakukan Panen Perdana Padi Hibrida di Butuh Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Kamis, 15 Maret 2012
Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain lakukan panen perdana padi hibridaPURWOREJO, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain M.Ag melakukan panen perdana padi hibrida di lahan milik petani anggota Kelompok Tani “Tani Maju” Desa Dlangu Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Hasilnya, rata-rata ubinan sebanyak 12,74 ton/ha gabah kering panen untuk jenis padi hibrida Dev Gen (DG) 2 SHS. Usai memanen Bupati menegaskan Kabupaten Purworejo merupakan salah satu penyangga produksi beras di wilayah Jawa Tengah dan memberikan kontribusi sebesar 16% dari total kebutuhan untuk wilayah Jateng. “Terbukti pada tahun 2009 Kabupaten Purworejo mendapatkan penghargaan Ketahanan Pangan dari Presiden karena dapat meningkatkan produksi beras sebesar 5 persen,”ungkapnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Ir Eko Anang SW mengungkapkan, panen raya kali ini adalah salah satu program dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Purworejo. Yakni Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL PTT) Padi Hibrida dalam rangka Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN). Sedangkan pengelolaan kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok Tani dibawah bimbingan langsung Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) utamanya di wilayah Kecamatan Butuh.

Keberhasilan panen kali ini diharapkan dapat memacu semangat petani dalam usaha tani. Yakni melalui program SL PTT menggunakan pendekatan inovasi teknologi benih BLBU (Bantuan Langsung Benih Unggul) DG 2 SHS frontline 15 kg/ha, pupuk urea 100 kg/ha, ponska 200 kg/ha, pupuk organik 1750 kg/ha dan pestisida 2 liter dan pertemuan kelompok sebanyak 8 kali.*

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >