Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Ekonomi arrow Pedagang Pasar Baledono Akan Realisasikan Ancaman Menolak Bayar Retribusi

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Iklan Ayam Pelung

 

 

 

 

Pedagang Pasar Baledono Akan Realisasikan Ancaman Menolak Bayar Retribusi Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 19 Februari 2012
PURWOREJO, Setelah Pemkab Purworejo terkesan cuek dengan ancaman pedagang, akhirnya para pedagang Pasar Baledono sepakat malakukan aksi penolakan bayar retribusi pasar. Paguyuban Pedagang Pasar (Papas) Baledono, Selasa malam lalu menggelar rapat yang dihadiri puluhan pedagang perwakilan masing-masing blok. Rapat juga dihadiri kepala pasar dari perwakilan dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Ketua Papas Baledono H Sumedi yang dimintai konfirmasi wartawan menyebutkan, karena deadline waktu seminggu sudah terlampaui dan Pemkab belum juga merealisasikan tuntutan pedagang, akhirnya para pedagang akan membuktikan ancamannya.

Para pedagang mengaku tidak ada pilihan lain selain menolak pembayaran retribusi karena telah merasakan dampak kebijakan Pemkab yang telah mengalihkan jalur angkudes sehingga kondisi pasar kini semakin sepi. Mereka pada umumnya menyadari penolakan bayar retribusi itu akan merugikan daerah. Namun hal itu terpaksa dilakukan karena pedagang merasa aspirasinya tidak direspons positif oleh Pemkab.
 
Para kuli panggul juga merasa terpukul karena mereka banyak kehilangan sumber penghasilan. “Satu-satunya pasar di dunia yang tidak dilewati angkutan mungkin hanya di Purworejo. Kalau bupati tidak mau mendengarkan jerit orang kecil seperti kami, berarti beliau memang tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” katanya.Sebelumnya, Bupati Mahsun Zain menegaskan, pengalihan jalur itu semata-mata dilakukan untuk penataan arus lalu lintas. Jika Kopada dilewatkan depan pasar, kondisi jalan sangat ramai, bahkan bisa overload karena kopada sering menaikkan dan menurunkan penumpang.“Pengalihan jalur itu untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya.*
 

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >