| Pedagang Pasar Baledono Temui Bupati, Tuntut Pengembalian Jalur Angkudes |
|
|
|
| Ditulis oleh Ahmad Nas Imam | |
| Senin, 06 Februari 2012 | |
|
PURWOREJO, Kabijakan Pemerintah Kabupaten Purworejo yang mengalihkan jalur angkutan pedesaan jurusan Purworejo-Bener dan Purworejo-Loano yang dinilai menjadi penyebab penurunan omzet penjaualan pedeagang di Pasar Baledono, berbuntut panjang. Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Senin (6/2) siang menemui Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg di ruang kerjanya, menuntut pengembalian jalur angkudes ke jalur semula melewati Pasar Baledono. Di depan bupati mereka mengancam akan menolak membayar retribusi pasar jika jalur angkudes tidak dikembalikan seperti semula. “Akibat pengalihan jalur ini, masyarakat dan pedagang tidak bisa langsung turun di depan pasar. Akibatnya pasar sepi, padahal mulai awal tahun ini retribusi pasar naik,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar (Pappas) Baledono H Sumedi. Dalam musyawarah pengalihan jalur untuk melewati Jalan Veteran dan KH Achmad Dahlan sebelum masuk Terminal Angkudes Kongsi ini kata Sumedi, pihak pasar tidak ada yang dilibatkan. Padahal sejak awal pembangunan Pasar Baledono dari pasar tradisional menjadi pasar moderen tahun 1997, sudah ada kesepakatan antarinstitusi jika jalur angkudes tetap melewati depan pasar. “Memang kesepakatan itu tidak tertulis, namun para saksi masih ada,” katanya. Menanggapi permasalahan pedagang ini, Bupati Mahsun Zain berjanji akan segera mengadakan rapat dengan jajaran terkait. Namun tidak setuju jika pedagang tidak membayar retribusi. “Persoalan ini baru sampai kepada saya dan akan saya rapatkan dulu karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,” tandasnya.* |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
