|
Senin, 03 Maret 2008 |
|
PURWOREJO, Kelompok tani tanaman pangan “Ngudi Makmur” Desa Bragolan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, mengandalkan pupuk organik buatan sendiri untuk memupuk tanaman padi. Pupuk organik yang terbuat dari komposisi urine (air seni) manusia itu, terbukti menyuburkan tanaman sehingga menghasilkan produk padi yang lebih banyak.
|
|
Jumat, 15 Februari 2008 |
|
PURWOREJO, Bantuan benih padi oleh Pemkab Purworejo untuk petani yang akhirnya menuai berbagai masalah ternyata sampai saat ini belum selesai. Pemkab Purworejo dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan, yang sanggup mengganti benih secara keseluruhan, ternyata belum memenuhi kewajibannya. Dari jumlah benih secara keseluruhan mencapai 500 ton, dengan nilai Rp 2 miliar lebih, yang diganti baru 73 ton.
|
|
Selasa, 18 Desember 2007 |
|
PURWOREJO, Distribusi pupuk bersubsidi tahun 2007 Kabupaten Purworejo dinilai lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Isu kelangkaan pupuk yang berdampak melambungnya harga yang biasa dijumpai setiap musim tanam, tidak begitu nampak. Kendati masih dijumpai adanya penjualan pupuk di atas ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah, namun hal itu dianggap masih dalam batas toleransi.
|
|
Rabu, 28 November 2007 |
|
PURWOREJO, Sebagai langkah awal terhadap pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi oleh pemerintah, pada musim tanam rendeng (Oktober-April), komisi pengawasan pupuk bersibsidi Kabupaten Purworejo melakukan pembinaan. Pembinaan dilakukan terhadap kepala desa dan pengecer pupuk bersubsidi. Pembinaan dilakukan di dua tempat yang berbeda, untuk wilayah timur bagian selatan di Purwodadi, sedangkan untuk wilayah barat di Kecamatan Pituruh.
|
|
Selasa, 27 November 2007 |
|
PURWOREJO, Musim tanam rendeng (Oktober - April) baru tiba, petani dihadapkan pada masalah kelangkaan pupuk khususnya Sp-36. Kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan pupuk mnencuat ketika komisi pengawasan distribusi pupuk dan pestisida bersubsidi melakukan pembinaan kepada kepala desa dan pengecer resmi. ”Saya khawatir berdasarkan pengalaman tahun lalu, kelangkaan pupuk muncul lagi, khususnya pupuk SP 36 akan terjadi kekurangan. Saya minta kepada pemerintah agar alokasi pupuk bersubsidi khusunya Sp 36 ditambah,” kata Paulus Purnomo, Kades Banyuurip Kecamatan Banyuurip.
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 55 - 63 dari 72 |