social media button generator

 

PURWOREJO, Berdasarkan informasi yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga 12 Desember 2017 mendatang cuaca di Kabupaten Purworejo diprediksi aman. Meski demikian, warga yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk tetap waspada.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Boedi Hardjono, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (6/12).

“Hujan diprediksi masih sampai bulan Januari, tapi sampai 12 Desember nanti perkiraan cuaca tidak seekstrem beberapa hari kemarin. Prinsipnya harus tetap waspada karena cuaca kan mudah berubah,” ungkapnya.

Kewaspadaan tersebut harus tetap dijaga, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah terdampak bencana, seperti Desa Jelok dan Donorejo Kecamatan Kaligesing. Seperti diketahui, kedua desa mengalami bencana tanah longsor dan tanah bergerak hingga mengakibatkan sejumlah retakan yang mengkhawatirkan.

“Retakan tanah di sejumlah titik di kedua desa cukup parah. Sejumlah warga terdampak tetap kami himbau selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa serta BPBD,” jelasnya.

Terkait bencana di kedua desa, lanjut Boedi Hardjono, BPBD terus melakukan pemantauan dan tindakan pascabencana. Alat berat yang beberapa hari kemarin diterjunkan di Desa Donorejo, pada Rabu (6/12) pagi telah digeser ke Desa Jelok untuk merampungkan evakuasi pengerukan material tanah yang menutup akses jalan.

Diungkapkan,  hingga saat ini sejumlah warga terdampak bencana tanah bergerak di dua desa masih dihimbau untuk mengungsi sementara. Untuk mengetahui dan menganalisis risiko retakan tanah, BPBD akan mendatangkan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

“Kami sudah menyampaikan surat ke PVMBG Bandung berkaitan dengan rekahan tanah. Butuh kajian analisis berkaitan dengan masyarakat. Masih layakkah tanah yang mereka tempati setelah mengalami keretakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Hery Susanto, menambahkan bahwa cuaca ekstrem sejak 26-29 November lalu telah menyebabkan kerusakan 5-6 rumah warga di Desa Jelok dan 1 rumah rusak berat di Desa Donorejo. Selain itu, sejumlah infrastruktur jalan juga mengalami kerusakan akibat retakan tanah.

“Bantuan logistik bagi para pengungsi kami pantau aman. Pemulihan masih terus kita lakukan,” katanya.

Selain melakukan pemulihan di lapangan, BPBD juga telah mengajukan SK penetapan status tanggap darurat. Berdasar SK itu, BPBD lalu menyusun SK permohonan bantuan bagi para korban terdampak bencana.

“Bantuan yang kita ajukan ke Pemkab dan Provinsi sesuai dengan kondisi masing-masing,” jelasnya.

Menurut Hery, dalam draf SK per 6 Desember, bantuan diajukan untuk 5 unit rumah rusak total, 33 unit rumah rusak berat, 1 korban meninggal dunia, 1 orang korban luka dirawat di rumah sakit, dan perbaikan 2 musala.

“Data ini dinamis dan dimungkinkan masih terus berkembang. Karena itu kami tetap melakukan penyesuaian,” sebutnya. (W5)

OPINI

  •  
    Oleh:  Atas S Danusubroto 
             
    PERATURAN DAERAH (Perda) Hari Jadi Kabupaten Purworejo No 9 Tahun 1994 dengan dasar primer Prasasti Kayu Arahiwang yakni tanggal 5 Oktober 901 M. Sesuai dengan Perda tersebut, kini usia Kabupaten Purworejo sudah 1.116 tahun dan sejak ditetapkannya Perda itu, kita sudah memperingati Hari Jadi Kabupaten Purworejo sebanyak 23 kali. Untuk menerbitkan Perda No 9 Tahun 1994  Panitia Perumus Hari Jadi Kabupaten Purworejo sudah bekerja selama dua tahun

    Read more...

 

SOSOK

Sekilas Purworejo


 

 

 


pengumuman didukcapil1

=============================================

 

Wisata

Iklan Kecik

Visitors

265423
TodayToday871
YesterdayYesterday1519
This_MonthThis_Month18791
All_DaysAll_Days265423