social media button generator

 

LOANO, Suasana duka masih menyelimuti rumah Sri Iswanti (20) di Dusun Kesambi, Desa Loano, Kecamatan Loano. Meski semalam sekitar pukul 23.00 WIB jenazah korban pembunuhan di Glagah, Kulon progo tersebut sudah dimakamkan, namun hingga Jumat (12/1) warga yang melayat terus berdatangan.

Kerabat dan teman-teman kerja korban dan anggota kumunitas Kupu Ninja dan Patco, dimana almarhumah sebagai anggotanya, juga datang berbondong-bondong untuk mengucapkan bela sungkawa. 

Sementara orang tua korban, Sumarsih (55) dan Subur Supriyanto (45) tak kuasa menahan tangis menerima ucapan bela sungkawa dari kerabat dan warga. 

Marsih mengatakan, dirinya belum bisa melupakan sosok anak kesayangannya itu. Dirinya juga tidak menduga jika hubungan lewat handphone dengan korban pada Rabu (10/1) malam sekitar pukul 19.15 WIB merupakan komunikasi terakhir dengan Sri Iswanti.

"Itu terakhir kali Sri menghubungi saya, "kata Marsih didampingi adik korban, Krisna Setiawan.

Marsih juga tidak mengira ada orang yang tega membunuh anaknya dan dimasukkan ke sumur dengan posisi terbalik. Padahal, Sri Iswanti selama ini termasuk anak yang baik dan sangat perhatian terhadap keluarganya.

Bahkan setiap pulang seminggu sekali selalu membelikan barang-barang kepada adiknya, Krisna Setiawan (17)."Selalu pasti membelikan barang untuk adiknya, "katanya. 

Dituturkan, Sri Iswanti merupakan anak pertama dari dua saudara hasil pernikahan Marsih dengan Sabur, suami keduanya. Sementara dengan suami pertamannya, Sabar, juga dikarunia dua anak. 

Kata Marsih, sebelum bekerja jadi pemandu lagu di Angkringan Mewah, Desa Purwosari, Kecamatan Purwodadi, Sri Iswanti pernah menjadi SPG di sebuah SPBU, toko Laris, dan Jodo. Pernah juga mencari pekerjaan di Jakarta dan Surabaya.

"Setelah Lulus dari SMK Penabur dua tahun lalu Sri kemudian ke Jakarta dan Surabaya, tapi karena belum dapat pejerjaan kemudian pulang dan bekerja jadi sales, "tutur Marsih. 

Masih kata Marsih, dirinya tidak tahu pasti siapa yang mengajak anaknya berkerja sebagai pemandu lagu di karaoke. Yang dia tahu, meski bekerja sebagai pemandu lagu namun sifat anaknya tidak berubah dan tetap baik serta perhatian terhadap keluarganya. (W5)

OPINI

  •  
    Oleh:  Atas S Danusubroto 
             
    PERATURAN DAERAH (Perda) Hari Jadi Kabupaten Purworejo No 9 Tahun 1994 dengan dasar primer Prasasti Kayu Arahiwang yakni tanggal 5 Oktober 901 M. Sesuai dengan Perda tersebut, kini usia Kabupaten Purworejo sudah 1.116 tahun dan sejak ditetapkannya Perda itu, kita sudah memperingati Hari Jadi Kabupaten Purworejo sebanyak 23 kali. Untuk menerbitkan Perda No 9 Tahun 1994  Panitia Perumus Hari Jadi Kabupaten Purworejo sudah bekerja selama dua tahun

    Read more...

 

SOSOK

Sekilas Purworejo


 

 

 


pengumuman didukcapil1

=============================================

 

Wisata

Iklan Kecik

Visitors

337425
TodayToday248
YesterdayYesterday2039
This_MonthThis_Month45002
All_DaysAll_Days337425