Dr Maryanto: PGRI Purworejo Jadi Amunisi Awal Lahirnya UU Guru dan Dosen

PURWOREJO, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) PGRI Jawa Tengah, Dr Maryanto, M.Si, menegaskan, PGRI Purworejo memiliki catatan sejarah penting dan ikut andil dalam lahirnya Undang-undang (UU) No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Yaitu UU yang antara lain mengatur batas usia pensiun guru 60 tahun.

“Purworejo jadi amunisi awal lahirnya UU Guru dan Dosen. Sebuah revolusi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tandas Dr Maryanto di depan 56 peserta Sosialisasi Kode Etik Guru di Gedung PGRI, Jalan Sarwo Edi Wibowo, Sabtu (21/11). 

Sosialisasi digelar dalam rangkaian peringatan Hari Guru/HUT Ke-75 PGRI yang jatuh pada 25 November 2020. Pembicara lainnya yaitu Ketua LKBH PGRI Jawa Tengah Dr Sapto Budoyo, SH, MM.

Seperti diketahui, pada tahun 2005 DPRD Purworejo menetapkan Perda yang mengatur Batas Usia Pensiun guru 56 tahun atau yang populer disebut Perda BUP 56.

Perda tersebut mendapat tentangan keras dari PGRI Purworejo dan berbuntut kekalahan Bupati H Marsaid (almarhum) pada Pilkada Purworejo 2005.

Ketua PGRI Purworejo Irianto Gunawan membuka Sosialisasi Kode Etik Guru

Lalu PGRI Purworejo mengusulkan pencabutan Perda BUP 56 dan mengusulkan batas usia pensiun guru 60 tahun. Tidak lama kemudian DPR RI menetapkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengatur batas usia pensiun guru 60 tahun.

Dr Maryanto yang membawakan makalah tentang Kode Etik Guru menyatakan, hakikat pedoman sikap dan perilaku yang tertuang dalam Kode Etik Guru adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku baik dan tidak baik, yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menunaikan tugas profesionalnya. 

Yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan dan lain-lain peserta didik melakukan pergaulan sehari-hari di dalam dan di luar sekolah.

“Tujuannya untuk menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia dan bermartabat serta terlindungi,” kata Maryanto yang juga dosen di Universitas PGRI Semarang.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, S.Pd menjelaskan, sosialisasi Kode Etik Guru diikuti oleh 56 orang, terdiri atas ketua bidang LKBH dan ketua bidang penegakan kode etik, ketua bidang advokasi, bantuan hukum dan perlindungan profesi cabang se Kabupaten Purworejo.

“Ini merupakan momen yang sangat penting bagi para guru untuk mengetahui Kode Etik Guru. Semoga para anggota PGRI mendapatkan pendampingan dan perlindungan dalam melaksanakan tugas menyiapkan generasi muda,” ungkapnya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *