Bupati Berharap Tidak Ada Klaster Baru Usai Pilkades

PURWOREJO, Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM, memantau pelaksanaan Pilkades Serentak 41 desa di 15 kecamatan, Senin (3/5). Bupati didampingi Wabup Yuli Hastuti, SH, Ketua DPRD Dion Agasi Setiabudi, S.Ikom, M.Si Forkopimda, dan sejumlah pejabat lain.

Bupati mengatakan, dari 41 desa yang melaksanakan pilkades serentak, jumlah calon kepala desa seluruhnya terdapat 105 orang, dengan jumlah TPS sebanyak 131 TPS. 

“Kita sangat mencermati adanya pilkades serentak ini. Kita fokus pada protokol kesehatan yang wajib diterapkan dengan ketat. Kita tidak ingin setelah pilkades ini ada klaster baru yaitu klaster pilkades,” tandas Bupati.

Oleh karenanya menurut Agus Bastian monitoring ini adalah upaya pemerintah daerah selain untuk menjaga keamanan dan kondusifitas daerah juga untuk mencegah adanya klaster Pilkades.

Bupati dan Forkopimda memantau pelaksanaan Pilkades Serentak

Sementara itu Kepala Dinpermasdes Agus Ari Setiadi, S.Sos menjelaskan, bahwa TPS paling banyak terdapat di  Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, yaitu 9 TPS. Sedangkan TPS paling sedikit yaitu 1 TPS terdapat di beberapa desa yaitu

Wingkosigromulyo, Joso, Tanjungrejo dan Gunungwangi. 
Jumlah DPT seluruhnya adalah 46.593 pemilih, dengan jumlah DPT per TPS yang paling banyak yaitu 500 pemilih. 

“Pembatasan jumlah pemilih ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kerumunan pada saat waktu pencoblosan.” ungkapnya.

Dikatakan, pilkades di masa pandemi Covid-19 diatur dengan Perbup Nomor 16 tahun 2021 yang menitikberatkan pada pelaksanaan pilkades serentak di semua tahapan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai team work, telah dibentuk  panitia pemilihan tingkat kabupaten, sub panitia tingkat kecamatan, tim pengawas dan fasilitasi tingkat kecamatan serta panitia tingkat desa. Kepanitiaan tersebut melibatkan satgas Covid-19. (Nas)

Tinggalkan Balasan