Wabup Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi kepada 108 Petani Grabag

GRABAG, Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, SH menyerahkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk 108 petani di wilayah Kecamatan Grabag yang tergabung dalam 10 kelompok tani. Penyerahan asuransi dilakukan di Desa Rowodadi, Kecamatan Grabag, Rabu sore (17/6). Hadir Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Wasit Diono, S.Sos, MM, Camat Grabag Ahmad Zainudin, SIP dan perwakilan PT Jasindo

Yuli Hastuti mengharapkan asuransi ini bermanfaat bagi dan dapat meningkatkan produksi padi. Di tengah kesulitan hidup akibat pandemi covid-19 sesungguhnya para petani juga merupakan pahlawan yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dikatakan, Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian penduduk bekerja pada sektor pertanian sebagai pekerjaan utama. Sehingga ketika para petani mengalami persoalan dalam proses produksi seperti gagal panen, masyarakat juga bisa terkena imbasnya.

“Banyaknya lahan pertanian yang gagal panen, seringkali memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal itu akan menambah beban eknomi masyarakat,” tandas Wabup.

Kerugian yang dialami petani, kata Yuli Hastuti, terkadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi.

Biasanya petani akan langsung pergi ke tengkulak untuk meminjam modal guna membangun kembali usaha mereka yang gagal. Dan ketika musim panen tiba akhirnya hasil panen akan dijual sangat murah ke tengkulak.

“Tentunya kita semua hendak memutus rantai ini agar petani kita dapat hidup sejahtera,” tandasnya.

Menurut Yuli Hastuti, AUTP merupakan salah satu program pemerintah untuk melindungi kerugian nilai ekonomi usaha tani padi akibat gagal panen, baik karena bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Perlindungan yang diberikan asuransi ini lanjut Yuli Hastuti, khusus bagi petani yang memiliki tanaman padi. Premi yang harus dibayar tidak mahal yakni Rp 36 ribu perhektare permusim tanam, karena 80 persen diantaranya sudah disubsidi pemerintah.

Sementara itu Wasit Diono menjelaskan, dari 86.962 petani padi di Kabupaten Purworejo, baru 5.103 petani yang mengikuti AUTP.

“Persyaratan ikut AUTP yakni petani maupun buruh yang memiliki luas lahan maksimal 2 hektare. Untuk menjadi peserta AUTP mendaftar melalui online yang akan didampingi PPL. Sedangkan subsidi anggaran pemerintah dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah. Program AUTP merupakan kerjasama pemerintah dengan pihak perusahaan asuransi” jelas Wasit Diono. (Nas)

Tinggalkan Balasan