Wabah Covid-19 di Purworejo: Warga Berstatus PDP Meninggal Dunia

PURWOREJO, Seorang warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirawat di RSUD Dr Tjitrowardojo, meninggal dunia Senin (23/3) malam dan dimakamkan Selasa (24/3) dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB. Pasien tersebut adalah seorang wanita berusia 68 tahun warga Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan.

Juru bicara Posko Penanggulangan Covid 19 Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr Darus, kepada Purworejonews mengatakan, pasien tersebut dirawat di RSUD sejak dua hari lalu dengan keluhan panas, batuk, dan sesak nafas.

“Sebelumnya diketahui bahwa ia memiliki riwayat kontak dengan anaknya yang baru pulang dari Jakarta dalam keadaan batuk, tiga hari sebelum ia masuk ke RSUD,” jelasnya

Sebelum masuk ke ruang isolasi, kata dr Darus, pasien PDP itu terlebih dahulu menjalani perawatan di ICU. Ia juga diketahui memiliki riwayat penyakit sesak nafas/asma sebelumnya.

“Dari kejadian tersebut belum bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan positif corona atau tidak, karena hasil laboratorium yang dibawa ke BBTKLPP Yogyakarta paling cepat baru akan diketahui dalam jangka waktu tiga hari mendatang,” ujar Darus.

Dengan kondisi tersebut, hingga Selasa pukul 12.00 WIB, jumlah ODP di Purworejo bertambah menjadi 190 orang, 20 diantaranya selesai pantau sehingga masih ada 170 berstatus ODP. Adapun status PDP 10 orang dan 0 bertatus positif.

Dr Darus menghimbau masyarakat Purworejo agar tidak panik bila ada warga di lingkungannya yang meninggal, termasuk meninggal karena PDP.

“Kepada keluarga, jenazah segera dimakamkan dan tidak perlu dibuka lagi. Tidak perlu takut karena jenazah tidak dapat lagi menularkan penyakit. Sediakan juga tempat cuci tangan dan sabun untuk para takziyah pada air yang mengalir,” jelasnya.

Selain itu kepada pelayat Darus menghimbau untuk tidak berlama-lama di rumah duka dan tidak lupa tetap menjaga jarak satu sama lain serta mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir. (**)

Tinggalkan Balasan