Untuk Kurangi Limbah Plastik, Ibu-ibu Sebaiknya Bawa Tas Sendiri Saat Belanja

PURWOREJO, Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Dra Erna Setyowati Said Romadhon menegaskan, limbah plastik tidak hanya berbahaya terhadap kesehatan, tapi juga bisa menyebabkan banjir bahkan merusak ekosistem alam.

“Bahkan bahayanya sudah terbukti, dengan adanya ikan paus mati yang isi perutnya penuh dengan plastik, styrofoam, dan botol plastik. Untuk mengurangi sampah, sebaiknya ibu-ibu saat berbelanja membawa tas sendiri dari rumah,” tandas Erna Setyowati pada pembukaan sarasehan Rumah Sehat dan Sanitasi, di kantor PKK Kabupaten Purworejo,Selasa (12/3).

Hadir pula Ketua Pokja III PKK kabupaten Ny Rahyuning Roeswardjito, dan narasumber dari Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Lebih lanjut Ny Erna Said mengatakan, dengan membawa tas sendiri berarti kita turut berperan dalam mengurangi sampah plastik, meskipun sedikit tapi ikut andil menyelamatkan lingkungan. Karena alam baru bisa menguraikan atau menghancurkan sampah plastik diperlukan waktu yang sangat lama, sekitar 20 hingga 100 tahun untuk terurai. Demikian juga styrofoam maupun botol plastik juga dapat terurai dalam waktu ratusan tahun.

Termasuk sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi membeli makanan yang menggunakan bungkus berbahan plastik, styrofoam atau sejenisnya. Ketika makanananya panas, maka akan bercampur dengan kandungan kimia yang terkandung dalam bahan-bahan tersebut. Bahkan ada yang yang berdampak pada kerusakan usus pada pencernaan.

“Maka kita harus mengantisipasi dengan cara menerapkan pola hidup sehat dari mulai rumah kita yang sehat makanan sehat, hingga mengurangi limbah sampah. Rumah sehat bukan berarti berisi serba mahal, namun rumah sehat adanya sirkulasi udara, sinar matahari masuk, sanitasi, dan cukup penghijauan,” tutur Ny Erna Said.

Sementara itu Rahyuning Roeswardjito menjelaskan, kegiatan sarasehan diikuti 50 terdiri 16 orang dari Pokja III PKK Kecamatan, 32 orang dari PKK desa binaan yang merupakan desa merah, dan 2 orang PKK desa P2MBG.

Sarasehan Rumah Sehat diharapkan masing-masing mempunyai wilayah percontohan rumah sehat layak huni (bukan rumah mewah), juga dapat meningkatkan jumlah rumah sehat layak huni dan mengurangi jumlah rumah kurang sehat.

Dengan Sarasehan ini kata Rahyuning, setiap orang kader dapat menjadi panutan,tauladan, contoh warganya agar dalam tata laksana rumah tangga menjadi prioritas utama, terutama sanitasinya.

“Kami minta, kader PKK desa agar dapat mendeteksi secara dini lingkungan endemik demam berdarah dan gejala-gejalanya serta pencegahannya. Kader segera melapor kepada petugas medis, untuk segera diatngani,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *