Untuk Bangun Rumah, 67 KK Korban Bencana Tanah Bergerak 2017 Terima Bantuan Rp 25 Juta

PURWOREJO, Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam Kemensos RI M Syafii Nasution menegaskan, sesuai usulan Pemda Purworejo dan hasil verifikasi dan validasi di lapangan, Kemensos RI melakukan penyaluran bantuan pemulihan sosial berupa Bahan Bangunan Rumah (BBR) kepada 67 KK. Adapun lahan relokasi menggunakan lahan yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah.

“Indeks bantuan sebesar Rp 25 juta tiap KK dengan total nilai bantuan sebesar Rp 1.675.000.000 yang penyalurannya bekerjasama dengan Bank Mandiri,” tandas Safii Nasution pada penyerahan bantuan bahan bangunan rumah bagi korban bencana tanah bergerak, di pendopo kabupaten, Rabu (7/10).

Hadir dalam acara tersebut Asisten III Sekda Drs Pram Prasetyo Ahmad, MM mewakili Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA, Kabid Linjamsos Dinsos Jateng Sarjono, Kepala DinsosdukKBPPPA dr Kuswantoro, M.Kes, Bank Mandiri Area Healt Magelang Tiwi Sintarasti dan perwakilan penerima bantuan.

Safii Nasution berharap, karena tahun 2020 sebentar lagi akan berakhir, bantuan dapat langsung dikerjakan untuk pembangunan rumah sesuai dengan rancangan RAB.

Amat Busro menunjukkan uang hasil pengambilan di mobil ATM Mandiri

“Tolong digunakan untuk membangun rumah ya bapak-bapak, jangan untuk beli motor,” pesan Safii Nasution usai menyerahkan bantuan secara simbolis.

Sementara itu Pjs Bupati Purworejo Yuni Astuti dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Sekda, Kabupaten Purworejo merupakan daerah yang memiliki potensi bencana yang tinggi. Perhitungan BNPB tentang Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), bahwa Kabupaten Purworejo menempati urutan keempat se-Indonesia atau urutan pertama se-Provinsi Jawa Tengah, dengan kelas risiko tinggi.

Termasuk diantaranya bencana tanah bergerak yang terjadi di enam desa yang  menerima bantuan, yaitu Desa Wonotopo (15 KK), Pakem (18 KK), Jelok (20 KK), Donorejo (8 KK), Tlogoguwo (5 KK) dan Sidomulyo (1 KK) yang tersebar di tiga kecamatan. 

“Pemerintah Kabupaten Purworejo terus melakukan upaya mengurangi risiko bencana, melalui sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana,” tandas Pjs Bupati.

Foto bersama para penerima bantuan

Selain memberikan bantuan yang bersumber dari APBD kabupaten dan APBD provinsi, Pemkab juga melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait bantuan sumber dari APBN. Salah satunya bantuan bahan bangunan rumah dari Kemensos RI untuk korban bencana tanah bergerak yang saat ini diserahkan. 

Kepada penerima bantuan, Pjs Bupati berpesan agar bantuan material bahan bangunan supaya dapat segera digunakan untuk membangun rumah dengan tanah yang sudah disediakan oleh Pemkab Purworejo maupun tanah milik sendiri.

Terpisah, Amat Busro (43) penerima bantuan warga Dukuh Gamblok Desa Pakem, Kecamatan Gebang menceritakan, bencana tanah bergerak yang dialami terjadi pada akhir 2017. Di dusunnya ada 16 warga yang mengalami nasib serupa.

Sedang Sohanim (44), warga Desa Wonotopo, Kecamatan Gebang mengisahkan, bencana yang menimpanya terjadi pada pukul 17.00, saat dirinya sedang berada di luar rumah. Tanah rumahnya ambles setinggi 1,5 meter, bangunan lepas.

Usai menerima bantuan, para penerima langsung menuju mobil ATM Mandiri untuk mencairkan dana bantuan tersebut. Dengan bimbingan petugas, Amat Busro dan kelima penerima lain mencairkan dana masing-masing Rp 1 juta untuk membeli bahan bangunan. (Nas)

Tinggalkan Balasan