UMP dan Dinas Sosdukkbpppa Gelar Pelatihan Peningkatan Akses Pendidikan

PURWOREJO, Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) bekerjasama dengan Dinas Sosdukkbpppa Kabupaten Purworejo menggelar pelatihan peningkatan akses pendidikan bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sosialisasi dilakukan di kampus 3 UMP, Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, Sabtu (14/2). Acara dihadiri Koordinator Wilayah PKH Jawa Tengah Arif Rahman, dan Kepala  Bidang Asistensi, PPK dan NNS, Dinsosdukkbpppa Kabupaten Purworejo, Sigit Joko Purnomo, S.IP.

Sosialisasi diikuti oleh 200 warga yang berasal dari berbagai wilayah kecamatan.

Menurut Rektor UMP Dr Rofiq Nurhadi, MAg, peserta dipilih secara random oleh pendamping di tingkat kecamatan dengan kriteria utama yakni memiliki anak yang saat ini duduk di kelas XII dan punya keinginan melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi.

Program ini, lanjut Rofiq, diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi anak-anak keluarga PKH untuk melanjutkan kuliah. 

“Disamping juga untuk memberikan informasi yang cukup luas akan akses pendidikan tinggi ke semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Melalui PKH, diharapkan terputusnya mata rantai anak yang tidak bisa kuliah karena terkendala biaya. Untuk itu, UMP juga memberikan banyak peluang beasiswa, antara lain Beasiswa LAZISMU, Beasiswa Kader, Beasiswa Prestasi Olahraga, Seni dan Sains, Beasiswa Hafidz dan Beasiswa Prestasi Akademik.

UMP juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dan Program Kompetisi Wirausaha atau Bisnis. 

Rofiq menambahkan, kegiatan ini juga memberikan informasi bahwa UMP memiliki komitmen yang kuat untuk akses pendidikan tinggi bagi semua lapisan masyarakat.

Wakil Rektor III UMP Dr Budi Setiawan, M.Si dan Kepala Biro Kemahasiswaan Ir Didik Widiyantono, M.Agr juga memberikan pencerahan kepada orang tua penerima PKH tentang berbagai kemajuan teknologi yang kemudian memunculkan lapangan pekerjaan baru.

Budi mengungkapkan, dulu ada profesi yang kehadirannya sangat ditunggu, yakni pak pos atau pengantar surat. Tapi sekarang sudah tidak ada, dan diganti dengan profesi ojek online (ojol) yang membawa manfaat bagi banyak orang berkat kemajuan teknologi.

Kepada peserta, Wakil Rektor 3 berpesan agar memberikan bekal pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya agar kelak mereka dapat maksimal dalam berkarya. (Dia)

Tinggalkan Balasan