Uji Kompetensi Siswa SMKN 3 Purworejo Digelar di Alun-alun Jadi Tontonan Masyarakat

PURWOREJO, Sebanyak 32 produk busana pesta bermotif batik, peragaan sanggul dan rias fantasi serta aneka kuliner dipamerkan dalam acara Gelar Karya Siswa SMKN 3 Purworejo di tugu kembar alun-alun Purworejo, Minggu (12/1). Ini adalah kali pertama kegiatan Uji Kompetensi siswa digelar di luar gedung sekolah dan jadi tontonan masyarakat.

Acara yang berlangsung pagi hingga siang itu dibuka oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, dan dihadiri oleh istri Bupati Purworejo Fatimah Verena Agus Bastian, istri Sekretaris Daerah Erna Said Romadhon, Kepala Dinparbud Agung Wibowo serta tamu undangan lainnya.

Menurut informasi, gelar karya siswa dengan tema Kita Bisa karena Terbiasa itu adalah kegiatan rutin tahunan dalam rangka penilaian tugas akhir siswa kelas XII SMKN 3 Purworejo. Biasanya kegiatan ini diadakan di sekolah.

Ada tiga bidang kompetensi yang ditampilkan, yakni Tata Busana berupa pagelaran busana pesta bermotif batik, Tata Kecantikan Kulit dan Rambut berupa peragaan sanggul dan rias fantasi, serta Tata Boga berupa penyajian makanan dan minuman.

Wabup (tengah) mencicipi kuliner hasil karya siswa

Berbagai bentuk kreasi siswa tingkat XII SMK Negeri 3 Purworejo ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Pada gelar karya siswa ini, dari masing-masing Kompetensi Keahlian yakni Tata Boga, Tata Busana dan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut menampilkan hasil karyanya masing-masing.

Tata Boga menampilkan produk dari mapel pengolahan dan penyajian makanan, pastry dan bakery, tata hidang, pengolahan cake dan kue Indonesia serta produk kreatif kewirausahaan. Tata Kecantikan Kulit dan rambut menampilkan kreasi tata rias dan sanggul fantasi. Tata busana menampilkan busana pesta muslim dari tenun, batik, lurik dan ecoprint, jumputan dan tenun

Wakil Bupati mengatakan, pendidikan merupakan fondasi yang kita perlukan untuk menyiapkan generasi unggul dalam menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif di masa depan.

“Di sisi lain, kita juga perlu menyadari bahwa pada era global ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat dunia seolah tanpa batas. Informasi dari berbagai belahan dunia seakan berada dalam genggaman,” tandas Wabup.

Menurutnya, Gelar Karya Siswa merupakan wahana bagi siswa untuk mengekspresikan potensinya. Event seperti ini bertujuan memotivasi dan menumbuhkembangkan atmosfir kompetensi yang sehat untuk mendorong sekolah berperan memfasilitasi para siswa untuk meningkatkan kemampuan akademis dan ketrampilan.

Sehingga para siswa tidak hanya pandai secara akademis, juga memiliki ketrampilan memadai sebagai bekal setelah lulus sekolah nanti, baik untuk memasuki dunia kerja ataupun menjadi wirausahawan. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan