Tumor di Kaki Makin Membesar, Tapi Eri Takut Diamputasi

BANYUURIP, Eri Rahayuningsih (25), warga RT 02 RW 02 Desa Tegalrejo, Kecamatan Banyuurip, sejak 4 tahun lalu tak berdaya melawan tumor tulang di kaki kanannya. Gadis malang itu bahkan hanya tergolek lemah di tempat tidurnya sejak kakinya membengkak sebesar bola sepak.

Menurut Eri, awal mulanya ia merasakan sakit di kaki kanannya sepulang dari merantau di Jakarta 4 tahun lalu. Lama kelamaan kakinya sulit untuk berjalan.
Lalu oleh ayahnya, Legimin, Eri dibawa ke RSUD. Oleh dokter spesialis syaraf yang memeriksanya, kaki Eri divonis terkena tumor tulang dan harus diamputasi. Jika tidak, kata dokter, usia Eri diperkirakan hanya lima tahun lagi. Mendengar vonis dokter itu, Eri langsung syok.
“Mengapa dokter menyampaikan soal amputasi itu langsung kepada saya? Mengapa tidak ngomong sama ibu saya saja?”ujar Eri sambil menangis.
Sejak itu Eri tidak mau lagi berobat di RSUD. Eri mengaku trauma bertemu dengan dokter itu lagi. Orang tua Eri yang hanya seorang buruh tani tidak bisa berbuat banyak. Eri kemudian dibawa ke tukang pijat. Tapi malang, setelah dipijat kaki Eri malah membengkak.
Menurut Kepala Desa Tegalrejo, Sudarminto, sejak Eri divonis mengidap tumor, pihak pemerintah desa dan warga sekitar telah banyak memberi bantuan. Bahkan warga pernah bergotong royong memperbaiki rumahnya.
“Tapi Eri bersikikuh tidak mau diamputasi,”kata Sudarminto dengan nada kesal.
Derita Eri yang tercatat sebagai lulusan SMK Batik Perbaik itu belakangan viral di media sosial dan mengundang perhatian berbagai kalangan masyarakat.
Bantuan pun berdatangan silih berganti. Sabtu (9/6) kemarin, keluarga besar DPC Partai Demokrat Purworejo mengunjungi Eri di rumahnya dan menyerahkan bantuan berupa uang dan bingkisan. Bersamaan dengan itu datang pula rombongan Alumni Muda Ganesha 81.
Eri memang membutuhkan bantuan untuk biaya penyembuhan tumor tulangnya. Tapi sesungguhnya Eri juga butuh dukungan moral untuk menjadikan dia berani menghadapi amputasi jika memang amputasi merupakan jalan satu-satunya untuk menyembuhkan penyakitnya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *