Terima Akreditasi A, SMK Kesehatan Purworejo Raih Predikat Satu-satunya Sekolah Unggul Kesehatan

PURWOREJO, Melalui Surat Keputusan dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah Provinsi Jawa Tengah Nomor : 047/BANSM-JTG/SK/X/2018, SMK Kesehatan Purworejo berhasil meraih Akreditasi A. Disamping itu SMK Kesehatan Purworejo juga mendapat predikat satu-satunya Sekolah Unggul Kesehatan di Kabupaten Purworejo.

Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos, M.Pd mengatakan segenap keluarga besar sivitas akademika SMK Kesehatan Purworejo dengan mengucap rasa syukur alhamdulillah kehadlirat Allah SWT atas capaian hasil penilaian Akreditasi Perdana Tahun 2018 mendapatkan Predikat satu-satunya Sekolah Unggul Kesehatan di Kabupaten Purworejo dengan predikat A.

“Semua pencapaian ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik seluruh elemen stakeholder siswa, guru, karyawan, alumni, partner industri, dan semua lapisan masyarakat yang telah mempercayai SMK Kesehatan Purworejo untuk membina dan mendidik siswa menjadi calon tenaga kesehatan profesional yang anggun akhlaknya unggul mtelektualnya,” kata Nuryadin pada saat acara tasyakuran akreditasi, Senin (14/1).

Diungkapkan, capaian tersebut merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi segenap keluarga besar SMK Kesehatan Purworejop untuk menjaga kepercayaan dan amanah kedepan.

“Kami sadar untuk mendapatkan kepercayaan itu berat tetapi menjaga kepercayaan lebih berat. Kinilah saatnya kami harus menjaga kepercayaan tersebut secara bersama dengan penuh kesunguhan,”ucap Nuryadin.

Disebutkan, sebagai bentuk rasa syukur SMK Kesehatan Purworejo menggelar tasyakuran dengan pemotongan tumpeng dan kegiatan Pengakraban Keluarga Besar SMK (Pusaka).

Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo kemudian diberikan kepada Ardiyanto Nugroho selaku Humas dan Ketua OSIS Alamsyah Lana Hidayatullah.

Pengakraban keluarga besar SMK diisi dengan kegiatan permainan tradisional seperti egrang, bakiak, bekel, congklak, gobak slodor, lompat tali dan tarik tambang.

“Selain untuk melestarikan juga untuk mengingatkan generasi muda yang selama ini sibuk dengan permainan gatgetnya bahwa kita punya permainan tradisional,” kata Nuryadin. (W5)

Tinggalkan Balasan