Tentang Kegiatan Belajar Mengajar, Bupati: Untuk Sementara Tidak Tatap Muka Dulu

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, mengakui, banyak kendala yang dihadapi dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19. Pihaknya terus berusaha mencari solusi, agar pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat Covid-19 tetap dapat dilakukan. Sekaligus melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19.

“Mari kita cari solusinya bersama. Untuk sementara waktu, (kegiatan belajar mengajar) tidak bertatap muka dulu. Keadaan ini tentunya tidak diinginkan semua pihak,” kata Bupati saat mengikuti Cotical Voice Point di Command Center Dinkominfo, Selasa (28/7). Bupati didampingi Wakil Bupati Yuli Hastuti, SH, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Sukmo Widi Harwanto, SH, MM dan sejumlah pejabat OPD terkait.

Bupati minta seluruh jajaran guru dan pemangku kepentingan pendidikan ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menyadari, keterlibatan bersama sangatlah penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita sangat sayang kepada anak-anak. Kita tidak ingin anak-anak kita menderita sakit. Harapan kita seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Bupati, ke depan Purworejo fokus untuk meningkatkan daya saing di sektor pendidikan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana maupun berbasis IT.

Dikatakan, salah satu program unggulan di RPJMD Kabupaten Purworejo tahun 2016-2021 e-learning. Pada tahun ini dikembangkan kembali dengan Smart Class. Diharapkan pada tahun 2021 kualitas pendidikan di Purworejo sudah memiliki daya saing. Yaitu siswa lebih melek teknologi dan sistem pendidikan yang terpadu berbasis IT.

Agus Bastian (kiri) dan Sukmo Widi Harwanto (kanan)

Sementara itu Sukmo Widi Harwanto menegaskan, proses belajar mengajar tahun pelajaran 2020/2021 pada satuan pendidikan di lingkungan Dindikpora Kabupaten Purworejo tetap dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), baik dengan cara daring (dalam jaringan, online), luring (luar jaringan, offline) maupun kombinasi. 

“Saat ini Purworejo kembali memasuki zona kuning, sehingga pembelajaran kembali dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh secara daring maupun luring,” terang Sukmo.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang melarang satuan pendidikan melakukan pembelajaran tatap muka dan tetap melanjutkan kegiatan belajar dari rumah (BDR). 

“Ada sekolah swasta yang nekad melakukan belajar mengajar tatap muka. Tetapi kami sudah membuat surat edaran, agar tidak menggelar kegiatan mengajar tatap muka,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa hambatan pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diantaranya, tidak semua wilayah di Kabupaten Purworejo memiliki akses internet yang baik dan stabil. Tidak semua siswa punya fasilitas android/laptop/komputer yang memadai dan biaya kuota internet yang meningkat.

“Ke depan kami mendorong tenaga didik agar lebih berinovasi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi ini. Seperti dengan jemput bola atau berkelompok lima orang, agar pembelajaran dapat berjalan tidak hanya lewat daring yang dinilai tidak efektif,” imbuhnya. (Nas)

Tinggalkan Balasan