Temui Ketua DPRD, Ratusan Mahasiswa UMP Tuntut Presiden Terbitkan Perppu KPK

PURWOREJO, Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menggelar aksi damai di gedung DPRD Purworejo, Kamis (3/10). Dalam aksinya mereka menuntut Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK, menolak RUU KUHP, RUU Minerba, RUU Pertanahan.

Selain itu, para mahasiswa juga menuntut kepada aparat untuk mengusut tuntas kasus kriminalisasi aktivis yang terjadi belakangan ini.

Aksi diawali dengan melakukan long march di seputaran Kota Purworejo. Tak hanya berorasi, massa aksi juga menyanyikan beberapa lagu, di antaranya lagu Kartonyono Medot Janji yang kini tengah viral. Mereka juga sesekali meneriakan yel-yel berisi nada sinis kepada DPR.

Saat melakukan long march, massa dikawal langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong dan Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi. Massa juga membentangkan aneka poster berisi kritik.

Setiba di gedung DPRD, massa disambut oleh puluhan Polwan yang membagikan bunga serta membentangkan poster berisi ajakan aksi damai. Para mahasiswa langsung berjoget bersama aparat diiringi lagu viral Salah Apa Aku yang dinyanyikan DJ Slow dan viral di aplikasi Tik-Tok.

Kordinator aksi, Agus Setya, di hadapan puluhan anggota DPRD membacakan tujuh tuntutan. Mereka juga mengutuk keras bentuk kekerasan terhadap aktivis serta penembakan yang mengakibatkan gugurnya dua kader IMM.

“Kami mendesak pihak penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum seberat-beratnya pelaku. Meminta DPR mendengarkan dan mengakomodasi suara rakyat tentang perbaikan RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Minerba dan RUU PKS yang mengandung pasal kontrovesial. Mendukung Presiden untuk segera mengeluarkan Perppu atas UU KPK hasil revisi demi kepentingan bangsa,”kata Agus.

Menanggapi aksi ini Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi menyampaikan apresiasinya bahwa aksi yang digelar mampu berjalan damai, aman, kondusif tanpa mengganggu ketertiban umum. Atas nama lembaga DPRD, pihaknya terbuka menerima suara kegelisahan, bahkan kemarahan mahasiswa.

“Kami di sini di Purworejo berada di pihak yang sama (dengan mahasiswa). Saya merasakan kemarahan dan kegelisahan yang sama. Saya tadi bersama Kapolres ikut berjalan bersama agar bisa merasakan suasana kebatinan mahasiswa, supaya saya bisa merasakan kegetiran kita melihat dua saudara kita telah kehilangan nyawa demi bertahannya reformasi,” ujar Dion.

Dion menegaskan, kegelisahan dan masukan-masukan tersebut akan dibawa ke tingkat lebih atas. Dalam pembuatan produk UU, daerah tidak dilibatkan.

“Tetapi selaku wakil rakyat akan konsisten meyuarakan aspirasi dari masyarakat dan mahasiwa yang hari ini menggelar aksi damai,” imbuh Dion.

Usai menyuarakan aspirasinya yang ditandai dengan petisi bersama, aksi damai kemudian ditutup dengan pertunjukan teatrikal dan nyanyi bersama. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib kembali ke kampus UMP. (W5)

Tinggalkan Balasan