TEATER: Malam Jahanam Suguhkan Potret Tragedi Kesengsaraan Masyarakat

PURWOREJO, Lakon teater berjudul Malam Jahanam karya Motinggo Boesje sukses dipentaskan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Surya Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) di auditorium Kasman Singodimedjo, Rabu (1/7) malam. Pagelaran yang disutradarai oleh Diki Bayu Aji itu mampu menguras emosi ratusan penonton.
Kisah bernuansa tragedi dalam naskah monumental Malam Jahanam ditampilkan secara total oleh 6 orang pemeran utama. Tokoh Mat Kontan diperankan oleh Akmal, Soleman diperankan Wahyusup, Paijah diperankan Laras, Tukang Pijat diperankan Dewi, Utai diperankan Sita, dan Ubai diperankan Fikri.
Tidak hanya menghadirkan akting serius, selama lebih dari satu jam mereka juga mampu menghibur penonton dengan adegan-adegan humor dan satir.
Malam Jahanam produksi Teater Surya malam itu mengangkat konflik batin dan sosial kehidupan masyarakat kelas pinggiran. Keterbatasan ekonomi serta krisis kepercayaan dalam keluarga menjadi pemicu terjadinya pertengkaran hingga perselingkuhan.
Tokoh Mat Kontan menjadi representasi korban penderitaan karena harus mengalami nasib buruk. Istrinya, Paijah, selingkuh dengan laki-laki lain. Namun, Mat Kontan yang divonis mandul juga memperlihatkan sosok yang tegar dan kuat menjalani takdir kehidupan.
Mat Kontan masih mau mencintai Paijah dan merawat anak hasil perselingkuhan istrinya. Meski akhirnya, pada suatu malam yang tegang, anak yang masih berusia 8 bulan itu meregang nyawa.
“Konflik besar dalam lakon ini tentang perselingkuhan antara Solaeman dengan Paijah. Selain itu juga mengangkat masalah-masalah sosial yang lain,” kata Bayu Diki Aji, sang sutradara.
Diki menyebut, meski jadul, naskah itu masih kekinian dan relevan dipentaskan saat ini. Konflik sarat amanat yang terkandung di dalamnya masih banyak terjadi di masyarakat. Mahasiswa atau masyarakat perlu tahu agar tidak mengalami serta dapat melakukan antisipasi.
“Salah satu pesan moralnya yakni tentang menghargai perjuangan yang telah dilakukan seseorang. Dicontohkan kurangnya penghargaan Paijah terhadap suaminya. Padahal, Mat Kontan yang istrinya selingkuh tetap mau mencintainya,” imbuhnya.
Ketua UKM Teater Surya, Anita Sari, menjelaskan bahwa pentas kali ini melibatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa sebagai tim musik karawitan. Selain teater juga disuguhkan pertunjukan tari oleh Divisi Tari UKM Teater Surya.
“Ada sekitar 50 orang yang terlibat dalam produksi ini. Sebagian besar pemain adalah anggota baru,” jelas Anita didampingi pemimpin produksi pentas, Yuli Wulandari.
Apresiasi diberikan oleh sejumlah penonton. Salah satunya Achmad Fajar Chalik, Pengurus Komite Teater Dewan Kesenian Purworejo yang juga alumni Teater Surya. Menurut Fajar, produksi Malam Jahanam kali ini menjadi catatan sejarah yang baik bagi Teater Surya. Selain pertunjukan yang layak tonton, Teater Surya juga menunjukkan kebangkitannya setelah sekian lama tidak memproduksi karya besar. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *