Tanggapi Temuan Bawaslu, KPU Purworejo Segera Tindaklanjuti di Lapangan

PURWOREJO, KPU Kabupaten Purworejo segera menindaklanjuti hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Purworejo terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dirilis Kamis (1/10) lalu. Dalam rilis tersebut disebutkan, Bawaslu Purworejo menemukan 2.465 pemilih yang masih belum sesuai.

Menanggapi temuan Bawaslu tersebut, anggota KPU Kabupaten Purworejo Divisi Data dan Informasi, Rahman Hakim, menjelaskan, pihaknya akan menelusuri dan mencermati ke lapangan bersama jajaran PPK dan PPS, untuk memastikan informasi daftar pemilih yang menjadi temuan Bawaslu.

“Sudah ditindaklanjuti oleh PPK dan PPS dan hasilnya ada beberapa data yang sesungguhnya sudah benar, namun tidak dipungkiri ada beberapa data yang harus diperbaiki” ungkap Rahman Hakim, Jumat (2/10)

Rahman mencontohkan, pemilih yang ada di Desa Soko, Kecamatan Bagelen, berdasarkan temuan pengawas, orang tersebut adalah pemilih tidak memenuhi syarat. Tapi setelah dicermati dan dicroscek oleh PPS, ternyata nama tersebut memang sudah tidak ada di DPS. 

Kemudian ada juga di Desa Kalirejo, Kecamatan Bagelen yang dilaporkan telah pindah domisili dan tidak lagi memenuhi syarat. Setelah dicek ternyata orang tersebut masih penduduk Desa Kalirejo. 

Terkait adanya nama-nama pemilih anggota militer, Rahman mengakui memang betul ada. Namun berdasarkan  penelusuran PPS, yang bersangkutan menjadi anggota militer per 30 Juli, jauh setelah tahapan  pencocokan dan penelitian (coklit) selesai. 

“Akan segera ditindaklanjuti oleh PPS dengan men-TMS-kan yang bersangkutan, sehingga sudah tidak lagi muncul dalam Daftar Pemilih Tetap,” tandas Rahman.

Rahman juga tidak membantah terkait banyaknya pemilih yang meninggal dunia maupun pemilih baru yang baru pindah domisili (masuk) ke atau keluar dari desa tersebut. Menurutnya hal itu bagian dari dinamika kependudukan. 

“Pasca penetapan dan pengumuman DPS, penduduk setiap saat biaa berubah, baik meninggal, pindah masuk maupun pindah keluar,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum ditetapkan menjadi DPT, KPU akan menindaklanjuti semua masukan dan tanggapan tentang Daftar Pemilih, baik dari masyarakat maupun dari Pengawas Pemilihan. Hal ini dilakukan agar nantinya tersusun Daftar Pemilih yang benar benar terpercaya. 

Rahman juga menjelaskan, dalam rangka melindungi hak pilih pasca penetapan DPS, KPU kabupaten Purworejo juga telah mengumumkan DPS di tiap kelurahan/desa dan tempat strategis di wilayah TPS. Informasi DPS juga disosialisasikan melalui medsos oleh KPU, PPK, PPS, dimana masyarakat dapat mengakses  melalui laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id

Selain itu, KPU Kabupaten Purworejo beserta jajarannya terus mendorong upaya melindungi hak pilih bagi pemilih yang belum melakukan perekaman KTP elektronik, bekerjasama dengan Disdukcapil Kabupaten Purworejo. Proses perekaman sudah dimulai sejak tanggal 1 September lalu dengan sistem jemput bola dari desa ke desa. (Nas)

Tinggalkan Balasan