Tanggapi Kasus Bullying di Butuh, Bramantyo Minta Pemerintah Beri Perhatian Serius Terhadap Isu Kekerasan di Sekolah

PURWOREJO, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bramantyo Suwondo Nurdiyantoro, M.IR menyesalkan dan menyayangkan terjadinya kasus bullying di SMP Muhammadiyah Butuh, Rabu (12/2) lalu. Terlebih lagi pelakunya siswa laki-laki dan sasarannya siswa perempuan yang masih teman sendiri.

Pernyataan wakil rakyat asal Dapil Jawa Tengah VI itu dikeluarkan melalui pers release Jumat (14/2), sebagai tanggapan atas kasus perundungan yang melibatkan siswa SMP Muhammadiyah Butuh.

“Seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa-siswi untuk menimba ilmu dan mengembangkan diri,” tandas cucu Jenderal Sarwo Edhi Wibowo itu lebih lanjut.

Bramantyo meminta kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI supaya memberikan perhatian serius terhadap isu kekerasan di lingkungan sekolah. Jangan sampai angka kejadiannya terus meningkat, terulang lagi dan lagi di masa-masa mendatang. 

Menurut Mas Bram, untuk mencegah terulangnya kasus tersebut perlu dipasang alat perekam (CCTV) di lingkungan sekolah, baik di dalam kelas maupun di area lingkungan sekolah lainnya. 

Bramantyo Suwondo M, M IR

Diharapkan dengan adanya CCTV ini, bisa menjadi upaya preventif, mencegah maksud-maksud jahat karena takut terekam tindakannya. Selain itu, pihak sekolah bisa mengetahui dan memantau sekiranya ada hal-hal yang mencurigakan di area sekolahnya.

Sebagai tindaklanjut Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Pemerintah dan Kementerian terkait harus betul-betul serius menjadikan karakter yang baik sebagai tujuan utama sekolah, tujuan utama tenaga pendidik, tujuan bersama stakeholder pendidikan. 

“Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang telah dicanangkan Presiden Jokowi harus benar-benar digalakkan, salah satunya di sekolah. Jangan sampai hanya menjadi jargon semata,” tegasnya.

Bramantyo mengajak para orang tua, pihak sekolah, para pendidik, dan pemerintah, untuk lebih peduli terhadap kondisi peserta didik. 

“Suksesnya pendidikan, bukan hanya mencetak anak-anak yang pandai secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, tidak beringas dan memiliki rasa saling menyayangi yang tinggi sesama manusia dan lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (Nas)

Tinggalkan Balasan