Tangani Pandemi Covid-19, Yophi Prabowo: Pemkab Harus Segera Ambil Langkah Terobosan

PURWOREJO, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Purworejo, Yophi Prabowo, SH minta agar Pemkab melakukan langkah terobosan guna percepatan penanganan pandemi covid-19 di Purworejo. Pemkab juga diminta untuk memperhatikan kondisi ekonomi warga yang terdampak akibat kebijakan pemerintah dalam penanganan covid-19.

“Saya berharap Bupati segera memerintahkan jajarannya agar menyediakan alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer, disinfektan dan lain-lain untuk para tenaga medis dan masyarakat,” tandas Yophi Prabowo SH menanggapi perkembangan terkini wabah covid-19 di Purworejo, Rabu (25/3).

Menurut Yophi, masyarakat tidak cukup hanya diberi himbauan atau larangan agar tidak keluar rumah dalam jangka waktu tertentu. Tapi harus disusul dengan program kompensasi.

Yophi yang juga wakil ketua DPRD Purworejo, mengungkapkan, berdasarkan data terakhir di Posko Penanggulangan Covid-19 Purworejo pada hari Rabu (25/3) pukul 13.30, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 190 orang, dengan rincian 170 dalam pemantauan dan 20 sudah sehat. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan sebanyak 11 orang, seorang di antaranya telah meninggal dunia.

Menurut Yophi, berdasarkan data tersebut menunjukkan keadaan Purworejo tidak bisa dinyatakan aman dari Covid-19. Oleh karena itu Pemkab harus terus melakukan upaya keras untuk menghalangi berkembangnya covid 19 di Purworejo.

“Pemkab punya pegangan Instruksi Presiden Nomer 4 tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid 19. Itu harus segera direalisasikan,” tegas Yophi.

Untuk mengatasi kesulitan warga akibat kebijakan penanganan Covid-19, Yophi mengusulkan adanya program kompensasi bagi pedagang kecil yang penghasilannya harian. Juga pedagang pasar dan warung-warung makan yang kehilangan pembeli sejak kasus covid-19 merebak.

“Dulu pada era Presiden SBY ada program jaring pengaman sosial berupa BLT tatkala pemerintah akan mengurangi subsidi BBM. Model seperti itu perlu diterapkan saat ini karena kondisi saat ini jauh lebih buruk,” pungkasnya. (Nas)

Tinggalkan Balasan