Suronegaran Dideklarasikan Sebagai Kampung Anti Narkoba

PURWOREJO, Kampung Suronegaran Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, mendeklarasikan diri menjadi Kampung Anti Narkoba. Kampung Anti Narkoba Suronegaran diluncurkan secara resmi oleh Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Temanggung, AKBP Renny Puspita, bersama pejabat BNN Pusat, Kompol Reban Nirmorejo, SE, MSi, Minggu (15/4).

Hadir dalam launching itu Ketua DPRD Luhur Pambudi, Kasat Narkoba Polres AKP Suwardi, Kepala Kantor Kesbangpol Bambang Gatot Seno Aji, Camat Purworejo Sudaryono, dan Lurah Purworejo Hartono.

Peluncuran berlangsung semarak diwarnai aksi marching band pemuda setempat, deklarasi anti narkoba oleh warga, pentas kesenian tradisional Dolalak, dan tebar benih ikan di saluran irigasi Kedung Putri yang melintasi Suronegaran. Peresmian juga dirangkai dengan sosialisasi Pemilu dengan narasumber Ketua KPU Purworejo, Dulrokhim.

Arbaah Mintaraga, Ketua RW 10 Kampung Suronegaran sebagai salah satu penggagas Kampung Anti Narkoba mengungkapkan, RW 10 terdiri atas 5 RT dengan 163 KK. Pembentukan Kampung Narkoba menjadi wujud kepedulian pemuda serta warga dalam mendukung pemerintah memerangi narkoba.

“Kami menyadari bahwa jejaring anti narkoba harus dimulai sejak dini dan dari tingkat masyarakat paling bawah. Harapannya, kampung Suronegaran yang terletak di pusat kota ini menjadi kampung yang sehat, anti narkoba dan bisa menjadi contoh,” ungkapnya.

Arbaah juga berharap, keberadaan kampung narkoba ke depan akan selalu mendapat pendampingan dan dukungan dari pemerintah melalui OPD terkait.

AKBP Renny Puspita menegaskan, pemberantasan narkoba menjadi tanggung jawab bersama semua elemen. Tidak hanya BNN dan Kepolisian, masyarakat pun memiliki peran yang menentukan.

“Jangan cuek terhadap lingkungan. Jika mengetahui adanya indikasi penggunaan narkoba, warga jangan takut dan segan-segan untuk melaporkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kompol Reban menyebut peredaran narkoba di Indonesia sangat mengkhawatirkan dan butuh perhatian serius. Bahkan, data yang ada cukup mencengangkan, yakni sekitar 250 ton Sabu masuk Indonesia setiap tahunnya.

“Rata-rata per hari ada 40 orang meninggal karena narkoba. Jika dibiarkan, penjajahan narkoba ini akan berlanjut ke penjajahan ekonomi,” tandasnya. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *