SMP Negeri 3 Purworejo Kenalkan Asesmen Kompetensi Minimum kepada Siswa Kelas VIII

KUTOARJO, Memasuki usia 70 tahun (berdiri tahun 1950) SMPN 3 Purworejo mengenalkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) kepada siswa kelas VIII. Untuk memulainya, para siswa kelas VIII mengikuti Latihan AKM secara bergantian mulai tanggal 19 hingga 27 Oktober. Latihan dilakukan sebagai persiapan menjelang pelaksanaan AKM bulan Maret tahun depan.

Seperti pada Jumat (23/10) saat Purworejonews menyambangi sekolah yang dulu dikenal sebagai SMPN 1 Kutoarjo itu. Humas sekolah setempat Rahayu Hartati, S.Pd mengajak untuk melihat secara langsung pelatihan yang dimaksud.

Bertempat di lantai dua, dua laboratorium TIK digunakan para siswa untuk mengikuti pelatihan. AKM. Mereka tengah mengerjakan soal yang tertera di layar komputer yang telah diprogram sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tentu saja menerapkan prokes. Selain bermasker dan menjaga jarak, mereka juga mengenakan sarung tangan plastik untuk memegang mouse.

Kasek SMPN 3, Tarmiyah Temu, S.Pd. M.Pd

Waka Kurikulum Juniati, M.Pd, Si
menyebut, AKM merupakan program yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengasah aspek kognitif siswa melalui literasi dan numerasi.

“Untuk memudahkannya, kedua aspek itu kemudian dianalogikan ke dalam mapel Bahasa Indonesia dan Matematika yang sudah familiar bagi siswa. Soal pun diberikan berdasarkan analisis,” ujarnya.

Namun demikian karena keterbatasan akibat pandemi covid-19, siswa hanya diberi kesempatan satu kali untuk mengikuti pelatihan tersebut. Itupun dengan sistem bergilir.

Seperti hanya Jumat ini, kelas VIII E dan VIII F dengan nomor absen 1-16 dan 17-32 mendapat giliran untuk mengikuti pelatihan. Mereka berada di ruang laboratorium TIK selama tiga jam mulai pukul 07.30 hingga 10.30.

Istrina, lebih menyenangkan

Dijelaskan Juniati, M.Pd.Si, kelas VIII ada 224 siswa, sehingga masing-masing sesi diisi 32 siswa yang dibagi dalam dua kelas di laboratorium TIK. Pelatihan ini ditujukan sebagai bentuk pengenalan soal AKM serta memberikan pengalaman cara mengerjakan soal AKM.

Istrina, salah satu siswa yang tengah mengikuti pelatihan AKM mengaku, soal yang diajukan memang sulit. “Tapi penyampaian soal dengan cara ini lebih menyenangkan,” katanya.

Adapun Kepala SMPN 3 Purworejo Tarmiyah Temu, S.Pd. M.Pd menyampaikan, selain untuk siswa, sebelumnya SMPN 3 juga telah memberikan pelatihan AKM untuk 37 guru.

“Materi pelatihan berupa teknik mengerjakan soal dengan metode AKM, sama halnya dengan yang diberikan untuk siswa,” ucapnya.

Peserta AKM menerapkan protokol kesehatan

Meski baru pertama kali diterapkan di SMPN 3, Tarmiyah optimistis para siswa akan dapat mengerjakan metode AKM pada bulan Maret mendatang dengan lancar.

Menurutnya, selain didukung oleh daya serap siswa yang tinggi, juga didukung oleh sarana yang dimiliki sekolah yakni berupa empat ruang laboratorium TIK.

“Kami memiliki empat laboratorium TIK dan kami jadikan sebagai penunjang performa sekolah,” pungkasnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan