SMK YPT Terpilih Jadi Sekolah CoE Bidang Keahlian TKRO

PURWOREJO, Setelah melalui seleksi yang dilakukan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, SMK YPT Purworejo dipilih menjadi SMK swasta pertama di Kabupaten Purworejo yang mendapat bantuan sekolah Center of Excellence (CoE). Dengan demikian SMK YPT menjadi sekolah rujukan dan pusat peningkatan kualitas serta kinerja khususnya pada bidang keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).

Hal itu disampaikan oleh Kepala SMK YPT Toto Wibawa, S.Pd, M.Pd dalam pembukaan Workshop 1 Sosialisasi Pembelajaran SMK CoE tahun 2020 di aula sekolah setempat, Jumat (30/10). Workshop dilakukan dua hari (Jumat dan Sabtu) dengan peserta dari IDUKA, kepala SMK, wakil kepala SMK, internal guru produktif, guru umum, serta tenaga kependidikan.

Lebih lanjut Toto menyampaikan, SMK YPT sebagai sekolah penerima bantuan nantinya dapat menjadi sekolah penggerak yang
mampu mendemonstrasikan kepimimpinan pembelajaran terutama dari kepala sekolah dan guru.

“Hal itu tentu saja dapat menjadikan program SMK YPT lebih bermutu dari sebelumnya,” ujar Toto.

Kasek SMK YPT Toto Wibawa diapit oleh wakil Iduka

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah Dr Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd, B.I yang hadir menyebutkan, melalui program CoE, SMK YPT akan mampu memberikan input serta menghasilkan output yang baik selain juga membawa impact yang baik bagi masyarakat.

Nikmah berharap, dengan menyandang SMK CoE diharapkan siswa paham bahwa mereka harus unggul dan hebat, termasuk juga gurunya.

Disamping itu, lanjut Nikmah, berbarengan dengan program CoE, kepala sekolah yang bertindak sebagai Chief Executive Officer (CEO) diharapkan dapat melangsungkan ‘pernikahan massal’ atau link and match antara sekolah dan beberapa pihak terkait.

Dr Nikmah Nurbaity didampingi Toto Wibawa tinjau renovasi RPS TKRO

Kepala Bengkel Nasmoco sebagai
pihak dunia industri dan dunia kerja (IDUKA) Subhan Firdaus mengapresiasi SMK YPT sebagai sekolah yang luar biasa karena bisa mencapai prestasi menjadi pusat unggulan khususnya dalam
keahlian TKRO. Subhan menekankan, budaya 5R yakni Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin harus ditanamkan dalam IDUKA.

Dirinya berharap adanya kesinambungan antara program di sekolah dengan program IDUKA yang sudah dirancang.

“Jadi siswa tidak hanya mendapat pendidikan di bangku sekolah, tapi setelah tamat siap memasuki dunia kerja khususnya di wilayah Kedu Raya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Nikmah Nurbaity dan Toto Wibawa meninjau renovasi gedung TKRO SMK YPT yang bersumber dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud. Renovasi itu rencananya akan selesai pada akhir Desember tahun ini dan langsung digunakan untuk menunjang kegiatan sekolah CeO. (Dia)

Tinggalkan Balasan