SMK PN 2 Buka Program Kelas Budaya Industri

PURWOREJO, SMK PN 2 Purworejo membuka program kelas Budaya Industri, ditandai dengan penyerahan logo kelas Budaya Industri dalam kegiatan Peresmian dan Komunikasi Sambung Rasa, Rabu (29/8). Juga ditandai penyematan pin dan penandatanganan komitmen bersama antara SMK PN 2 Purworejo dengan Yayasan Toyota dan Astra.
Dalam penandatanganan komitmen bersama tersebut SMK PN 2 Purworejo diwakili Sugiri, S.Pd selaku kepala sekolah, sementara dari YTA diwakili D Hendratmaka selaku sekretaris YTA.
“Kelas Budaya Industri ini untuk meningkatkan kemampuan dan menyiapkan siswa untuk bekerja di industri. Sehingga nantinya tidak canggung lagi ketika terjun ke dunia industri, “kata Sugiri.
Disamping itu dengan adanya Kelas Budaya Industri diharapkan SMK Pembaharuan dan SMK PN 2 Purworejo bisa meningkat baik kualitas maupun intelegensi siswa. Harapannya para siswa akan semakin siap memasuki dunia industri.
Sementara D Hendratmaka menuturkan, keberhasilan program Kelas Budaya Industri tergantung tiga pemangku kepentingan. Yang pertama pihak sekolah termasuk para guru, kedua siswa dan orangtua siswa.
“Keberhasilan program ini harus ada komitmen dari tiga hal tersebut, pihak YTA hanya sekedar membantu, “kata D. Hendratmaka.
D Hendratmaka juga berpesan agar para siswa memiliki semangat/etos kerja yang tinggi, daya juang tinggi, tekun, teliti, jujur, tanggung jawab, peduli, disiplin, inisiatif dan mampu bekerjasama.
Sementara salah seorang guru SMK PN 2 Drs Marjuki Widiyanto, MM menjelaskan, siswa Kelas Budaya Industri merupakan hasil seleksi dari 65 siswa kelas X jurusan TKR. “Seleksi sangat ketat karena IQ rata-rata harus 104 dan Matematika serta Bahasa Inggris 7,0,”jelas Marjuki.
Kelas Budaya Industri nantinya hanya 2 semester atau satu tahun dan efektif hanya di kelas XI karena di kelas XII hanya pendalaman. Kelas ini akan diajar oleh 6 guru dari SMK PN yang sudah mendapat pembinaan dari YTA dan secara berkala akan diajar langsung oleh pihak YTA. “Kelas Budaya Industri tidak akan mengurangi kurikulum nasional,”ujar Marjuki. (W5)

Tinggalkan Balasan