SMK Kesehatan Purworejo Sosialisasikan Program “Kuliah Sambil Bekerja”

PURWOREJO, SMK Kesehatan Purworejo menggelar kegiatan sosialisasi kuliah sambil bekerja, Sabtu (28/4). Sosialisasi diikuti oleh seluruh siswa kelas XII jurusan Keperawatan dan Farmasi serta wali siswa. Sosialisasi menghadirkan Suwandani, Direktur PT Pelita Kasih Utama Jakarta, sebagai narasumber.

Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos mengatakan, kegiatan sosialisasi sebagai tindak lanjut program Jaminan Penempatan Kerja Sambil Kuliah bagi lulusan SMK Kesehatan Purworejo.

“Program ini sebagai jaminan dan bentuk keseriusan kami kepada masyarakat bahwa lulusan SMK Kesehatan Purworejo tidak boleh ada yang menganggur. Selain bisa bekerja juga bisa kuliah atau dua-duanya,”katanya.

Disebutkan, program jaminan juga untuk menjawab kegelisahan sejumlah pihak yang mengatakan lulusan SMK di Indonesia sebagai penyumbang terbesar pengangguran.
“Harus diakui lulusan di Indonesia terbanyak memang dari SMK, jadi ya sangat wajar jika pengangguran terbesar lulusan SMK, “ujarnya.

Meski demikian Nuryadin juga tidak sependapat jika masalah lapangan kerja menjadi tanggung jawab sekolah. Pasalnya pihak sekolah hanya bertanggung jawab menyiapkan tenaga kerja sehingga persoalan lapangan tenaga kerja mestinya menjadi tanggung jawab pemerintah serta dunia industri dan dunia usaha.

“Pihak sekolah hanya berkewajiban menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kompetensinya. Pemerintah, dunia industri dan usaha punya kewajiban menyiapkan lapangan pekerjaan. Jadi kesimpulanya ya menjadi tanggung jawab bersama, ” papar Nuryadin.

Dijelaskan, profil lulusan SMK Kesehatan adalah simpatik, menarik, tenang, dan meyakinkan. Anggun ahklaknya unggul intekektualnya.

Selain itu, selama belum lulus wajib memiliki sifat 3T, tertib ibadah, tertib belajar dan tertib organisasi.

“Nah ketika sudah lulus maka mereka harus memiliki sifat 4T, tertib Ibadah, tertib belajar, tertib organisasi dan tertib bekerja, “jelasnya.

Disamping itu, lanjutnya, lulusan SMK Kesehatan Purworejo dibekali sertifikat bertaraf nasional yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sertifikat BNSP ini berlogo burung garuda serta menggunakan dua bahasa, Inggris dan Indonesia sehingga berlaku di tingkat Asia,”ucapnya.

Diakui, sampai saat ini pihaknya baru mampu menyalurkan para lulusan di Jakarta sambil kuliah.

“Moto SMK Bisa adalah bisa kuliah, bisa bekerja. Namun kami ingin lulusan SMK Kesehatan memiliki nilai plus, yakni kuliah sambil bekerja, “tutur Nuryadin.

Diterangkan, bukti keseriusan pihaknya dalam menyiapkan calon tenaga kesehatan yang professional dan siap bersaing ialah 80 persen lulusan SMK Kesehatan Purworejo mampu terserap di dunia industri dan dunia usaha.

“Ini adalah bukti komitmen kami bahwa lulusan SMK Kesehatan Purworejo dijamin bekerja. Bahkan jika lulusan menghendaki bisa juga bekerja sambil kuliah, kami siap menyalurkan,”pungkas Nuryadin. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *