Siswa Kelas I dan II SDKUB Muhammadiyah Ikuti Ekskul Olahraga Berkuda

PURWOREJO, Kegiatan ekstra kulikuler (ekskul) wajib olahraga berkuda tampaknya menjadi kegiatan yang masih langka dilakukan oleh sekolah, terutama bagi siswa di tingkat sekolah dasar. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Sekolah Dasar Kepemimpinan Ummat dan Bangsa (SDKUB) Muhammadiyah Purworejo.

Sudah sejak sebulan ini, SD yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Purworejo itu mulai menyelenggarakan ekskul wajib berkuda bagi siswa kelas I dan II. Seperti yang dilakukan Sabtu (3/10), saat puluhan siswa mengikuti ekskul yang berbasis olah raga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW itu.

Para siswa tampak antusias berlatih berkuda. Meski sudah dua kali dilakukan, masih ada siswa yang takut menaiki kuda pacu yang dikawal oleh empat orang tersebut.

Dua minggu sekali di hari Sabtu, selama tiga jam mulai pukul 08.00 hingga 11.00, mereka mengikuti kegiatan ekskul wajib itu. Kali ini mereka bergantian menaiki kuda mengelilingi lapangan yang luas di belakang sekolah.

Dituturkan oleh Kepala SDKUB, Eko Nurrahmad, S.Pd, selain untuk ekskul berkuda, area seluas 3.000 m2 itu nantinya juga akan digunakan untuk kegiatan ekskul panahan dan kegiatan outdoor bagi siswa.

Seorang siswa dilatih naik kuda, bukan kuda khataman

Terkait ekskul berkuda, Eko mengatakan, kegiatan itu bermanfaat untuk melatih keberanian anak dalam berinteraksi dengan hewan peliharaan, termasuk kuda.

“Ternyata tidak semua siswa memiliki keberanian menaiki kuda, termasuk hari ini juga masih ada satu dua siswa yang masih takut naik kuda, tapi nantinya mereka akan terbiasa,” ujarnya.

Untuk kegiatan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Panti Asuhan Danukusumo. Yakni dengan mendatangkan pelatih berkuda sebanyak empat orang berikut kuda pacu yang dimiliki panti asuhan itu. Eko berharap, nantinya ada siswa yang bisa diikutkan dalam even lomba berkuda baik di tingkat kabupaten maupun di jenjang yang lebih tinggi.

Pelatih ekskul berkuda, Rohmadi (19) mengatakan, materi ekskul berkuda meliputi mengenal kuda, cara memakai pelana, cara naik kuda, hingga siswa berani berjalan sendiri tanpa didampingi pelatih.

Adapun jenis kuda yang dipakai adalah turunan kuda pacu berumur dua tahun yang sudah delapan bulan dilatihnya. “Ini bukan jenis kuda yang biasa dipakai untuk khataman,” jelasnya.

Bagi siswa SDKUB, selain berkuda, ekskul lain yang akan mereka dapat yakni panahan yang juga dilakukan dua minggu sekali di hari Sabtu. Adapun untuk ekskul renang masih dikondisikan tempat dan waktunya, juga masih terkendala pandemi Covid-19 ini. (Dia)

Tinggalkan Balasan