Simpan Sabu di Bra Saat Digrebek, Pedagang Bibit di Kemiri Jadi Tersangka Kasus Narkoba

PURWOREJO, Nekat. Itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan perbuatan yang dilakukan R (43) warga Desa Samping, Kecamatan Kemiri. Berstatus sebagai residivis dalam kasus yang sama, perempuan yang sehari-hari pedagang bibit albasia itu kembali ditangkap dalam kasus narkoba. R ditangkap dalam sebuah penggerebekan oleh tim Satresnarkoba Polres Purworejo di rumahnya, Rabu (7/10).

Dalam penggerebekan itu, R berusaha mengelabui petugas dengan menyembunyikan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,46 gram di dalam bra/BH saat penggrebekan berlangsung.

Hal itu terungkap dalam gelar perkara kasus narkoba di halaman Mapolres Purworejo, Senin (12/10). Kasat Resnarkoba Polres Purworejo Iptu Setio Raharjo, SH, MH didampingi Kasubag Humas Polres Purworejo Iptu Siti Komariyah mengungkapkan, penggrebekan dilakukan Rabu 7 Oktober pukul 21.30 di rumah tersangka di Desa Samping, Kecamatan Kemiri.

Dijelaskan, pengintaian terhadap tersangka dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat. Usai ditangkap, R yang mengaku wiraswasta di bidang pembibitan albasia langsung digelandang ke Mapolres Purworejo.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 112 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun maksimal 20 tahun atau denda maksimal sebesar Rp 5 miliar.

Dalam peristiwa itu, barang bukti yang dihadirkan berupa BH atau bra dan satu paket sabu seberat 0,46 gram.

Kepada media, R mengaku, paket narkotika senilai Rp 650 ribu itu dibeli untuk dirinya sendiri. Wanita yang mengaku telah mengonsumsi narkoba sejak setahun itu mengatakan bahwa dirinya bukanlah pengedar. Disebutkan, barang haram tersebut didapat dari temannya di Magelang.

Saat ditanya alasan menggunakan narkoba, R mengaku untuk doping mengingat pekerjaannya sebagai pembibit tanaman albasia yang menurutnya membutuhkan stamina tinggi. (Dia)

Tinggalkan Balasan