Sepeda Motor dan Tas Dibawa Kabur Laki-laki yang Baru Dikenal Melalui Medsos

BAYAN, DSP (23) warga Ungaran Timur Kabupaten Semarang ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Bayan karena diduga melakukan pencurian sepeda motor dan barang berharga lainnya milik AS (25) warga Desa Grabag, Kecamatan Grabag.

“Tersangka ditangkap di rumah kost daerah Purwokerto Selatan,” kata Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Haryo Seto dalam konfrensi pers di Mapolres Purworejo, Kamis (25/7).

Kasat Reskrim menyebut, perkenalan korban dengan tersangka melalui media sosial dan dilanjutkan pertemuan di depan garasi bus Sumber Alam Kutoarjo pada Senin (24/6) sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah pertemuan keduanya kemudian menuju Alun-alun Purworejo untuk membeli makanan dengan mengendarai sepeda motor berboncengan.

Saat melintas di depan Bank BCA Kutoarjot tersangka berhenti untuk mengambil uang di ATM. Usai mengambil uang tersangka mengeluh tidak enak badan.

“Kepada korban tersangka bilang badan sedikit tidak enak, merasa pusing dan mual,”ucap Kasat Reskrim.

Korban kemudian menyarankan agar tersangka beristirahat. Tersangka kemudian meminta korban menunjukkan penginapan terdekat. Selanjutnya korban dan tersangka menuju Hotel Hanida di Desa Bandung Kidul, Kecamatan Bayan.

Setiba di Hotel Hanida tersangka memesan kamar nomor 201 atas nama korban untuk satu malam dengan tarif Rp 300 ribu. Setelah 45 menit beristirahat di kamar hotel tersangka kemudian mandi.

Selesai mandi tersangka melihat tas warna hitam milik korban di atas tempat tidur. Tersangka lalu mengambil tas berikut dompet kulit berisikan uang tunai Rp 250 ribu, satu kartu ATM BRI, satu SIM C, sebuah handphone dan kontak sepeda motor.

Setelah beraksi tersangka kemudian keluar dan mengunci kamar hotel dari luar. Selanjutnya tersangka membawa kabur sepeda motor Honda Vario 110 warna putih nopol AA 3972 NL milik korban.

“Pada saat tersangka beraksi korban sedang di dalam kamar mandi,” ujar Kasat Reskrim.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan tersangka sudah melakukan perbuatan serupa sebanyak empat kali, dua di Purworejo dan dua lagi di Semarang.

“Untuk memperdaya korbannya, tersangka kerap memasang foto berlagak seorang aparat,” terang Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, atas perbuatanya tersangka dipersangkakan melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. (W5)

Tinggalkan Balasan