Selangkah Lebih Maju, Pemkab Purworejo Bentuk Dewan Riset Daerah

PURWOREJO, Pemerintah Kabupaten Purworejo membentuk Dewan Riset Daerah (DRD) yang beranggotakan 8 orang dari unsur akademisi, pemerintah, dan swasta. Pembentukan itu ditindaklanjuti dengan pengukuhan DRD masa bakti 2019-2024 oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH yang berlangsung di Ruang Bagelen Gedung Setda, Rabu (13/2),
Ke-8 orang yang dikukuhkan yakni Eko Suwardi, M.Sc, Ph.D, Dekan Fakultas Ekonomi UGM, sebagai Ketua, Dr Gunawan Setiadi, MPH (Owner Rumah Sakit Umiyyah Purworejo) sebagai Wakil Ketua, dan sekretaris Drs Pram Prasetya Achmad MM dari Pemerintah. Sedangkan anggotanya, Agung Setiawan, ST MT (FT- UMP Purworejo), Dr Dwi Irawati (FE – UMP Purworejo), Ir Bambang Jati Asmara, MT, MA (pemerintah), Dr Sudibyo, M.Hum (FIB UGM), Hesti Respatiningsih, SE, M.Par (Ketua FEDEP Purworejo).
Dalam sambutannya Wakil Bupati Yuli Hastuti SH menyampaikan terima kasih kepada para anggota Dewan Riset Daerah yang nantinya diharapkan rela meluangkan waktu, tenaga, pikiran di tengah kesibukan masing-masing, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Purworejo.
Dikatakan, Kabupaten Purworejo memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial. Sepeti di dataran tinggi, kita memiliki keanekaragaman holtikultura seperti produk buah-buahan dengan ciri khas yang berbeda dengan daerah lain. Sedangkan di dataran rendah, produk pertanian kita begitu melimpah, sehingga Purworejo dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah.
“Purworejo juga memiliki pantai sepanjang 21 kilometer, yang menyimpan potensi perikanan serta menjadi lokasi wisata alam. Belum lagi potensi aquakultur yang ada di daratan, potensi peternakan serta sumberdaya mineral yang ada,”ujar Wabup.
Namun sayangnya, lanjut Yuli Hastuti, potensi-potensi tersebut belum diekplorasi dan dimanfaatkan secara optimal, karena berbagai keterbatasan dan kendala yang ada. Salah satunya dalam hal kreativitas dan inovasi masyarakat dalam mengelola potensi yang ada di sekitarnya.
Terlebih menyongsong adanya proyek strategis nasional yang bersinggungan bahkan berada di wilayah Kabupaten Purworejo, yakni Bandara NYIA, Badan Otorita Borobudur dan Bendung Bener. Sehingga berbagai potensi yang dimiliki harus benar-benar dikelola secara optimal.
Relevan dengan hal tersebut kata Yuli hastuti, keberadaan DRD memiliki arti penting dalam rangka menghasilkan inovasi daerah, karena majunya suatu daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh inovasi yang dilakukan.
Pembentukan DRD secara eksplisit diamanatkan dalam Undang Undang No.18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Iptek.
“Dengan demikian DRD bisa segera melakukan kajian penelitian dan riset terhadap potensi yang ada di Kabupaten Purworejo, yang sekiranya dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi guna peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harap Wabup.
Sementara itu Ketua DRD Eko Suwardi, M.Sc Ph.D mengatakan, riset sebuah hal baru bagi daerah tapi ke depan merupakan suatu kebutuhan. Sehingga setiap kabupaten harus mempunyai riset daerah, untuk menentukan arah pembangunan.
“Maka kami sebagai DRD, akan membantu penyediaan data dan informasi. Meski tugas ini cukup berat, namun dengan adanya dukungan dari Pak Bupati dan Bupati Wakil Bupati serta semua pihak yang terkait dengan riset dan penelitian, semua akan berjalan baik. Mohon doanya agar dalam tugas kami dapat terlaksana sesuai harapan,” pinta Eko Suwardi. (*)

Tinggalkan Balasan