Sebulan Lagi Rampung, Pasar Purworejo Bakal Jadi Pasar Khusus Kebutuhan Pokok

PURWOREJO, Pembangunan Pasar Purworejo di Jalan Kyai Brengkel saat ini telah mencapai realisasi progres sebesar 87,5% dari jadwal yakni 86% . Itu berarti ada deviasi positif 1,5%. Berdasarkan kontrak, pembangunan pasar pengganti Pasar Suronegaran itu dijadwalkan selesai tanggal 2 Desember mendatang.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo Suranto, S.Sos, MPA saat ditemui di ruang kerjanya, Senin  (2/11) menjelaskan, pengerjaan saat ini telah memasuki minggu ke-30. Jadi masih ada waktu empat minggu lagi untuk merampungkan proyek tersebut.

Suranto menyebut, sisanya pekerjaan 17,5 % berupa pekerjaan elektrikal atau pemasangan listrik dan finishing. 

Pemandangan los tengah yang memanjang ke barat

“Karena kebutuhan listriknya mencapai 82 ribu KWH, maka pengadaan travonya antre. Untuk itu kami sudah berkomunikasi dengan PLN Magelang,” ujar Suranto. Ia optimistis pekerjaan tersebut dapat selesai on time.

Setelah proyek itu selesai, lanjut Suranto, tahun anggaran 2021 bakal ada pekerjaan lanjutan berupa pengerjaan landskap senilai Rp 5 M. Tapi proyek tersebut akan dikelola oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan  (KUKMP). 

Proyek pembangunan Pasar Purworejo menelan dana APBD 2020 sebesar Rp 33.236.142.000. Bangunan seluas 11.000 m2 itu berdiri di atas lahan eks bengkok seluas 22.000 m2.

Suranto

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas KUMKP, Drs Bambang Susilo, membenarkan hal tersebut. Kucuran dana itu menurutnya, akan digunakan untuk landskap yang meliputi pembuatan jalan beraspal , pagar tembok keliling, serta finishing.

Meski sudah rampung bulan Desember, Bambang menyebut para pedagang baru akan pindah pada tri wulan keempat atau sekitar bukan September tahun 2021.

“Saat ini kami sedang memetakan pedagang di Pasar Suronegaran yang berisi bukan hanya pedagang kebutuhan pokok, tapi banyak pedagang lain. Nah, pedagang non kebutuhan pokok akan dicarikan tempat di luar Pasar Purworejo,” ungkap Bambang, Senin (2/11).

Dijelaskan, kontrak sewa tanah kepada PT KAI akan berakhir akhir 2021. Jadi masih cukup waktu untuk mempersiapkan pemindahan pedagang Pasar Suronegaran.

Bambang menjelaskan, nantinya Pasar Purworejo hanya dikhususkan untuk pedagang yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari seperti sayur mayur, lauk, dan bumbu dapur. Adapun operasional pasar akan dimulai pada pukul 11 malam hingga pukul 8 pagi.

Menurut Bambang, penetapan jam operasional Pasar Baledono dimaksudkan untuk melindungi keberadaan Pasar Baledono. Dengan bangunan pasar yang baru, Bambang juga berharap pendapatan daerah dari sektor retribusi pasar akan meningkat. (Dia/Nas)

Tinggalkan Balasan