Sebulan Jadi Pjs Bupati Purworejo, Yuni Astuti Berhasil Turunkan Angka Penularan Covid-19

PURWOREJO, Tak terasa sudah lebih dari sebulan atau tepatnya 37 hari Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA menjalankan tugas menggantikan sementara Agus Bastian yang sedang cuti terkait pencalonannya kembali sebagai bupati Purworejo. Yuni Astuti, sosok wanita yang selalu tampak energik itu menerima Puroworejonews di ruang kerja Bupati pada Jumat pagi (6/11).

Secara lugas, Pjs Bupati menyampaikan progres yang menjadi tiga prioritas kerja selama memimpin Purworejo. Yaitu penanganan Covid-19, percepatan pembangunan Bendungan Bener dan pelaksanaan Pilkada.

“Dengan adanya tiga prioritas ini, bukan berarti saya tidak ngopeni yang lainnya lo ya. Tapi ada tiga hal yang memang menjadi urgen untuk segera dilakukan,” ucapnya memberikan pengantar.

Prioritas pertama terkait dengan penanganan Covid-19, “Alhamdulillah dengan semangat bersama leading sector yakni Dinkes dan Satpol PP, Recovery Rate (peringkat pemulihan) covid-19 Kabupaten Purworejo sampai minggu ini masih tetap nomor 1 di Jawa Tengah dengan 94%. Itu artinya upaya bersama masyarakat dalam menangani covid-19 sudah on the track,” ucap Yuni Astuti.

Dijelaskan, selama ini Dinkes aktif mengadakan rapid test dan swab, sedangkan Satpol PP bersama TNI dan polisi setiap hari mengedukasi masyarakat untuk menegakkan disiplin prokes.

Ir Yuni Astuti, MA, berhasil tekan penularan

Menurut penilaian Pjs Bupati yang juga merupakan anggota Satgas Covid-19 Provinsi Jateng, Rt atau angka penambahan kasus untuk menularkan di Purworejo berada di bawah 1, tepatnya 0,7. Itu berarti wabah terkontrol.

“Di tingkat provinsi Rt kita 3 terbaik.
Bila angka itu bisa konsisten, grafik penularan covid-19 melandai dan tahun 2021 akan membaik kondisinya,” ucapnya tegas.

Diakuinya, sampai saat ini Purworejo masih masuk zona oranye. Meski demikian dengan kondisi seperti sekarang ini memungkinkan kita segera menuju zona hijau.

Prioritas kedua terkait Pilkada.
“Saya sudah cek tahapan pilkada yang direncanakan oleh KPUD. Di Purworejo saya nilai sudah on the track. Itu artinya tidak ada schedule yang keteter,” ucapnya. Hal itu termasuk panitia pengawas yang harus menjalani rapid test dan terus dipantau secara kontinyu.

Terkait dengan adanya aduan ASN yang tidak netral, Pjs Bupati menilai hal tersebut bisa ditindaklanjuti secara profesional dan tidak menimbulkan masalah.

Hal lain yang cukup krusial yakni prioritas percepatan pembangunan Bendungan Bener. Pjs Bupati kembali menjawab dengan nada puas bahwa dirinya berkesimpulan tidak ada masalah.

Ir Yuni Astuti, MA, Bendung Bener on the track

“Kuncinya adalah komunikasi yang baik antara SKPD dengan BBWS karena Bendungan Bener termasuk Proyek Strategis Nasional,” katanya.

Yuni menilai, komunikasi sudah bagus termasuk dengan masyarakat. “Saya melihat masyarakat welcome,” ujarnya sambil tersenyum. Meski begitu Yuli menyampaikan, satu hal yang menunggu yakni saat menentukan harga tegakan yang harus berdasarkan peraturan kepala daerah. Menurutnya, saat ini peraturan kepala daerah dimaksud sudah ada dan tinggal ditandatangani.

Yuni menganggap proyek Bendungan Bener sudah sesuai dengan yang diharapkan, walaupun di lapangan secara fisik belum keliatan tapi bukan itu tolok ukurnya.

“Penanganan administrasinya yang berjalan dengan tertib dan tidak ada konflik yang berarti dengan masyarakat, itu indikator yang baik,” katanya.

Yuni berharap di sisa akhir jabatannya akan ada progres yang lebih baik dari yang sudah dicapai selama sebulan ini, atau tepatnya tanggal 6 Desember mendatang, saat kepemimpinannya di Purworejo akan berakhir. (Dia/Nas)

Tinggalkan Balasan