Sarjana Butuh Soft Skill, Lulusan PT Dengan Nilai Baik Tak Jamin Bisa Mandiri

PURWOREJO, Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM Purworejo) Drs H Supriyono, M.Pd mengingatkan, lulusan perguruan tinggi dengan nilai baik tidak menjamin bisa langsung mandiri atau dapat pekerjaan. Hal itu karena keterbatasan soft skill dan keterampilan tambahan yang dimiliki.

“Soft skill yang dibutuhkan oleh bursa kerja untuk melengkapi kompetensi keilmuan pencari kerja meliputi leadership, kemampuan bergaul dan beradaptasi, visi ke depan serta bekerja dalam tim,”tegas Rektor pada acara Wisuda Sarjana ke-58 tahun 2018 ) di auditorium Kasman Singodimejo UM Purworejo, Kamis (3/5).

Dikatakan, lulusan perguruan tinggi yang memiliki soft skill tidak hanya dicari korporasi, lembaga pemerintah dan menjadi job hunter. Tetapi mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Di bagian lain Rektor mengatakan, mahasiswa UM Purworejo yang lulus periode ini merupakan lulusan yang pertama kali menggunakan Penomoran Ijazah Nasional (PIN).

“PIN merupakan penomoran yang diberikan oleh Kemenristekdikti sehingga masyarakat dengan mudah mengetahui apakah suatu ijazah palsu atau tidak,”kata Rektor.

Lebih lanjut Supriyono berharap agar seluruh lulusan UMP tidak pernah berhenti dalam belajar dan menuntut ilmu. Wisudawan juga harus memiliki sikap moral dan etika yang luhur serta religiusitas tinggi yang mencerminkan akhlakul karimah.

“Saya yakin, saudara sekalian yang saat ini diwisuda telah memiliki soft skill yang baik karena pada saat menjadi mahasiswa baru, saudara telah menerima pelatihan soft skil yang dilaksanakan oleh UMP,” jelasnya.

UM Purworejo mewisuda sebanyak 185 orang lulusan, terdiri atas 82 perempuan dan 103 laki-laki. Dari jumlah itu, 11 wisudawan mendapat predikat cumlaude. Sebanyak 9 wisudawan dinyatakan lulus terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi untuk tiap program studi.

Sementara itu Bupati Purworejo dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dr Akhmad Kasinu, M.Pd menyebutkan, angkatan kerja dengan dunia kerja di Indonesia mengalami ketidakseimbangan. Kondisi itu menuntut para lulusan perguruan tinggi untuk tidak menggantungkan masa depan dengan hanya mencari pekerjaan.

Sebaliknya, justru dapat menciptakan kesempatan kerja bagi orang lain yang pada gilirannya akan mendukung terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Prakarsa, kreativitas dan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship perlu terus dikembangkan, dalam menghadapi persaingan dan tantangan yang semakin berat,” tandasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo sudah meluncurkan branding pariwisata Purworejo, yaitu Romansa Purworejo Tahun Kunjungan Wisata 2020 sebagai respons atas pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Relevan dengan itu, pihaknya berharap para alumni UM Purworejo sebagai bagian dari kaum intelektual terpelajar dapat mendorong tumbuhnya prakarsa dan kreativitas masyarakat untuk menyongsong semua peluang dan tantangan yang ada. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *