Sambut Ramadhan dengan Suka Cita dan Persiapan Hati

BAYAN, Bulan suci Ramadan tahun 1439 Hijriyah akan tiba tidak lama lagi, yakni pertengahan Mei mendatang. Umat muslim di beberapa daerah di Kabupaten Purworejo mulai menyambut dan mempersiapkannya dengan berbagai kegiatan keagamaan.

Salah satu kegiatan terpantau di Masjid Al-Istiqomah Perumahan Korpri Sucen Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Jumat (27/4). Di lokasi itu, ratusan penghuni kompleks perumahan bersama warga sekitar menyatu untuk mengikuti pengajian akbar bertajuk gembira menyambut Ramadan.

Ceramah diisi oleh KH Farid Solihin MM.Pd, mubaligh yang juga pegawai dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo.

“Ada sekitar 250 warga yang hadir, baik dari perumahan maupun lingkungan sekitar perumahan,” kata Aspiyatun Arifin, Ketua Panitia Penyelenggara.

Aspiyatun yang juga tercatat sebagai staf Bagian Humas dan Protokol Setda Purworejo menjelaskan bahwa warga Perumahan Korpri telah rutin menggelar pengajian Selapanan setiap Jumat Pahing di Masjid Al-Istiqomah. Kali ini, pengajian rutin sengaja dikemas lebih meriah untuk menggugah semangat warga, tidak terkecuali anak-anak, agar lebih siap dalam menjalani ibadah pada bulan suci nanti.

“Meski masih sekitar dua pekan lagi, kami ingin mempersiapkannya sebaik mungkin agar dapat menjalani ibadah dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, KH Farid Solihin dalam tausiyahnya memaparkan bahwa Ramadan merupakan bulan yang istimewa dan harus disambut dengan gembira.

Menurutnya, persiapan pertama yang harus dilakukan setiap muslim dalam menghadapi bulan suci Ramadan adalah persiapan hati (ruhiyah).

“Mari sambut Ramadan yang penuh berkah dengan menata hati, gembira, dan sukacita,” ungkapnya.

Dengan gaya penyampaian jenaka, KH Farid juga mengilustrasikan masih ada warga yang kerap menyambut Ramadan dengan cara berlebihan. Menurutnya, hal itu harus dihindari mengingat Islam tidak menganjurkan hal-hal yang berlebihan.

“Kita harus bergembira, jangan malah sedih dan terbebani karena memikirkan Ramadan akan lebih boros, apalagi setelah Ramadan disusul dengan lebaran,” tandasnya.

KH Farid juga mendorong agar warga dapat kembali mempelajari ilmu-ilmu dalam pelaksanaan ibadah Ramadan. Selanjutnya mulai beradaptasi dengan suasana Ramadan yakni meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat, antara lain lebih cinta keduniawian dibanding akhirat. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *