Salat Idul Adha Terapkan Protokol Kesehatan, Jamaah Tetap Antusias

BAYAN, Pagi ini Jumat (31/7) segenap kaum muslimin di seluruh tanah air menunaikan salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 Hijriah. Meski dalam suasana Pandemi covid-19, kaum muslimin tetap antusias merayakan hari raya Qurban.

Lantunan takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih berkumandang di Desa Jrakah, Kecamatan Bayan sejak Kamis sore kemarin. Jumat pagi (31/7) masyarakat berdatangan ke Masjid Darussalam dengan protokol kesehatan untuk menjalankan salat Idul Adha yang diimami oleh Kiayi Aziz (40) dan Khotib H Marsodik (57).

Tepat pukul 07.00 WIB salat dilaksanakan. Khutbah dimulai pukul 07.10 WIB. Dibandingkan dengan salat Idul Fitri, salat Idul Adha jumlah jamaahnya lebih sedikit. Warga berdatangan dengan kendaraan sepeda motor dan juga jalan kaki. 

Ditemani oleh cuaca cerah, jamaah salat di dalam masjid dan ada halaman masjid. Tidak ada kain pembatas antara jamaah laki-laki dan perempuan, karena biasanya jamaah Idul Adha tidak sepenuh Idul Fitri.

H Marsodik, khotib

H Marsodik dalam khutbahnya menggunakan bahasa Jawa menyatakan Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun lalu sebab adanya pandemi Covid-19. Meski demikian kekhusyukan dan keberkahan semoga selalu tercurah.

Idul Adha atau Idul Qurban berarti Hari Raya Penyembelihan untuk mendekatkan diri kepada Allah. “Dina Qurban iki gandhengane karo kisah Nabi Ibrahim lan putrane Ismail (hari Qurban ini terkait dengan kisah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail),” kata Marsodik.

Dikisahkan Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah dalam mimpinya untuk menyembelih Ismail. Sebagai seorang ayah, Nabi Ibrahim berpikir keras dan meminta pendapat anaknya, Ismail. 

Keimanan yang kuat, Ismail mempersilahkan ayahnya untuk menyembelih dirinya. Ketika Ismail dibaringkan dan hendak disembelih dengan rasa kesabaran tinggi dari keduanya. Allah berfirman agar Ismail digantikan oleh domba.

Secara fisik qurban berarti berkorban hewan atau materi, sedang secara rohani berarti melawan hawa nafsu dengan ketakwaan. Berqurban menjadi hal yang mulia dan seharusnya dilakukan bagi yang mampu. 

KH Kusni Mubarok, khotbah di Masjid Darus Saadah

Marsodik menyeru kepada jamaah salat Idul Adha untuk bersyukur dan meningkatkan ibadahnya ke jalan Allah. Semoga keberkahan selalu menyelimuti jiwa kaum muslimin dan panjang umur selalu agar kelak dapat berjumpa lagi dengan Idul Adha.

Sementara itu di Masjid Darus Saadah,Kelurahan Doplang, Kecamatan Purworejo, shalat Idul Adha dihadiri ratusan jamaah. Takmir masjid menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan seluruh jamaah mencuci tangan pakai sabun sebelum memasuki area masjid.

Khotib KH Kusni Mubarok dalam khotbahnya menegaskan, virus corona adalah sesuatu yang nyata ada. Tetapi dia meyakini penyebaran covid-19 merupakan konspirasi dengan motif ekonomi, yakni penyebarnya meraih keuntungan dari penjualan alat dan obatnya.

Pengasuh Pondok At Tin Kelurahan Doplang itu juga mengajak jamaah untuk memperhatikan pendidikan agama putra-putrinya, agar kelak anak-anak memiliki pemahaman agama yang cukup, sehingga mereka terbiasa mendoakan kedua orangtuanya. (Fau/Nas)

Tinggalkan Balasan