Resmikan Peningkatan Jalan Diponegoro, Bupati Apresiasi Inisiatif Warga Jogoresan

PURWODADI, Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM meresmikan proyek peningkatan Jalan Diponegoro di Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, Selasa (16/2). Pesermian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti yang dilakukan di Ruang Bagelen Kompleks Setda Purworejo.
Turut hadir, Kepala DPUPR Suranto, S.Sos, MPA, Kepala Dinpermasdes Agus Ari Setiyadi, S.Sos, Kepala Desa Jogoresan Ganang Rohmadi.

Bupati mengatakan, kegiatan pembangunan JJLS (jalur jalan lintas selatan) atau Pansela (pantai selatan Jawa) di wilayah selatan, merupakan bagian dari kegiatan skala nasional yang diharapkan akan membawa dampak positif bagi perkembangan wilayah Kabupaten Purworejo. Terlebih dengan telah beroperasinya Bandara YIA beberapa waktu yang lalu.

Bupati menegaskan, jalan Pansela saat ini masih dalam pembahasan oleh Pemerintah Pusat untuk ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional. Hal ini mengingat jalan tersebut diharapkan sebagai jalur utama distribusi barang atau jasa di sepanjang Pantai Selatan Jawa.

“Pada Tahun 2016, Pemkab Purworejo telah memperbaharui SK Jalan Kabupaten serta melakukan up grade Jalan Diponegoro, dari yang semula berstatus Jalan Poros Desa menjadi Jalan Kabupaten,” kata Bupati.

Bupati Agus Bastian

Dikatakan Bupati, Pemkab Purworejo sebenarnya secara bertahap telah melakukan peningkatan Jalan Diponegoro dari sisi barat (Nambangan). Bahkan pada tahun 2020, peningkatan jalan sejatinya akan dilanjutkan dari sisi timur yakni di wilayah Desa Jogoboyo. 

Namun dengan adanya Pandemi Covid-19, kegiatan tersebut mengalami refocusing mengingat alokasi anggaran difokuskan untuk sektor kesehatan. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Desa Jogoresan telah berinisiatif melakukan peningkatan Jalan Diponegoro yang berada di wilayahnya melalui dana Pendapan Asli Desa (PADes).

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Purworejo sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Jogoresan. Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh desa lain yang dilalui Jalan Diponegoro,” imbuhnya.

Dengan adanya peningkatan Jalan Diponegoro Bupati berharap aktivitas masyarakat di wilayah Desa Jogoresan menjadi lebih lancar, dan pada gilirannya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 

Bupati bersama pejabat terkait

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pebataan Ruang Suranto menjelaskan, Jalan Diponegoro memiliki panjang 22,6 km yang memanjang dari Watukuro Kecamatan Purwodadi hingga Nambangan Kecamatan Grabag. Kondisi jalan sebagian besar masih berupa perkerasan tanah. Namun, Pemkab Purworejo secara bertahap telah melakukan peningkatan jalan tersebut.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun Jalan Diponegoro sepanjang 22,6 km sekitar Rp 69 miliar. Dengan anggaran yang terbatas, sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap,” terang Suranto.

Kepala Desa Jogoresan Ganang Rohmadi menjelaskan desanya berinisiatif membangun Jalan Diponegoro karena masyarakat terkendala saat melintas. Apalagi jika turun hujan, jalan menjadi berlumpur sehingga menghambat aktifitas masyarakat.

“Jalan yang kita bangun sepanjang 2,5 km dengan menggunakan aspal. Anggaran yang digunakan sebesar Rp 746 juta dari PADes. Dana tersebut telah kami kumpulkan selama tiga tahun,” kata Ganang. (Nas)

Tinggalkan Balasan