Ratusan Warga Bawa Masalah Regruping SD Plipir ke Dewan

PURWOREJO, Regruping SD Plipir Kecamatan Purworejo ke SD Pacekelan yang dimulai beberapa hari lalu masih menuai protes dari warga yang sebagian besar merupakan wali murid SD Plipir. Mereka akhirnya menemui wakil rakyat di Gedung DPRD, Rabu siang (5/2). Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Yophi Prabowo, SH dan Frans Suharmaji, Ketua Komisi 4 Rani Summadiyaningrum, S.Farm, Akt,
sejumlah anggota Dewan, serta Kepala Disdikpora Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto, SH, MM.

Delis, perwakilan warga dan wali kelas SD Plipir yang menjadi juru bicara menjelaskan, kedatangan mereka adalah untuk meminta kejelasan terkait dengan kebijakan aturan regruping.

“Aturan SD diregruping semula bila minimal hanya ada 60 siswa tapi kemudian menjadi 120 siswa. Aturan ini membingungkan kami,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, penutupan sekolah dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan wali murid. Mereka juga minta agar siswa kelas 6 diberi waktu sampai lulus.

Menanggapi hal tersebut, Sukmo Widi Harwanto menjelaskan, regruping mau tidak mau harus dilakukan mengingat jumlah SD di Purworejo saat ini ada 500. Sedang idealnya 340 SD yang memenuhi syarat jumlah minimal siswa yakni 120 siswa tiap SD sesuai peraturan Gubernur.

Sukmo Widi Harwanto (kiri) memberi penjelasan

Juga jumlah minimal 10 guru PNS setiap sekolah. Saat ini, lanjutnya, jumlah guru PNS di SD Plipir hanya 3 orang guru.

“Selain itu, salah satu syarat menerima dana bantuan BOS yakni jumlah siswa minimal 120 anak, sehingga SD Plipir yang hanya memiliki 62 siswa tidak akan memperoleh dana BOS.
Hal ini tentu saja menyulitkan mengingat dana BOS merupakan penyumbang terbesar untuk membiayai kelangsungan hidup sekolah,” ujar Sukmo.

Sukmo mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan kepala SD dan guru SD Plipir. Selain itu, SD Brenggong yang menjadi SD alternatif terbanyak memiliki kualitas yang lebih baik secara sarana maupun akademik.

Saat ini, 62 siswa yang dimiliki SD Plipir telah beralih ke beberapa SD. Rinciannya, 48 siswa ke SD Brenggong, 7 siswa ke MI Imam Puro, 6 siswa ke SD Kaliharjo, dan 1 siswa ke SD Ganggeng. 1.

Yophi Prabowo yang memimpin jalannya acara mengatakan, pada prinsipnya masyarakat ingin mengetahui tahapan pelaksanaan regruping dan diharapkan dapat legowo setelah menerima penjelasan yang disampaikan. Yophi berjanji akan memfasilitasi pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi.

Ketua Komisi 4 Rani Summadiyaningrum atau yang akrab disapa Noni berujar, dilema regruping akan selalu ada di setiap wilayah Purworejo khususnya pada SD yang kurang siswanya. Dengan cara sosialiasi yang tepat dan musyawarah, maka segala masalah dapat diselesaikan dengan damai.

Kades Plipir, Ashuri saat ditemui usai acara menyatakan menerima hasil keputusan sesuai dengan aturan. “Setelah ada penjelasan, kami sebagai warga desa menerima hasil keputusan dan akan mendukungnya,” jelasnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan