Ratusan Anggota PMII Tuntut Pemkab Purworejo Batalkan Pembuatan Kalender 2020

PURWOREJO, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Purworejo, Senin (28/10) menggelar aksi unjukrasa menuntut pembatalan pembuatan kalender tahun 2020 yang menelan anggaran 2,4 M. Selain itu PC PMII meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk segera mewujudkan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Purworejo.

Ketua Umum PC PMII Purworejo Purnama Zafi Najibi mengkritik kebijakan pembuatan kalender tahun 2020 yang dianggap tidak efisien dalam penggunaan anggaran.

“Pemerintah Kabupatem Purworejo merencanakan pembuatan kalender tahun 2020 dengan total anggaran mencapai Rp 2,4 M, di saat kondisi kemiskinan Kabupaten Purworejo mencapai 83.550 ribu jiwa,” kata Purnama.

Menurut Purnama, seharusnya anggaran sebesar itu dapat digunakan untuk progam yang lebih nyata untuk mengurangi kemiskinan. Ia menilai kebijakan pembuatan kalender tersebut terkesan sangat dipaksakan oleh pemerintah.

Dalam aksi tersebut PC PMII Purworejo mengajukan petisi yang berisi tiga tuntutan, yaitu DPRD segera membatalkan kebijakan pembuatan kalender 2020, meminta DPRD segera mewujudlan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purworejo yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat, dan menghimbau DPRD dan pemerintah agar lebih bijak dalam mengambil kebijakan yang pro rakyat.

Dalam aksi tersebut rombongan dari PC PMII melakukan long march dari Base Camp PMII Purworejo di Jalan Kartini melewati depan kantor bupati dan berorasi tempat tersebut. Dilanjutkan menuju ke Gedung DPRD.

Pengunjukrasa mengenakan baju hitam dan mahasiswi mengenakan kerudung hitam. Saat melakukan long march, mereka dikawal puluhan petugas termasuk Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong yang berjalan di depan rombongan mahasiswa.

Pada saat menuju ke DPRD sempat tejadi ketegangan antara mahasiswa dan aparat yang menghalangi mahasiswa masuk ke gedung dewan.

Sementara itu Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setyabudi berjanji akan menindaklanjuti secepatnya tuntutan mahasiswa itu.

“Kami akan segera menindaklanjuti bersama pihak tekait khususnya eksekutif, dan tadi juga sudah dijelaskan oleh Humas Pemkab,”ujarnya.

Menanggapi tuntutan para mahasiswa, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Purworejo, Anas Naryadi menjelaskan, pengadaan kalender ini sebagai sarana KIES ( Komunikasi, Informasi, Edukasi, Sosialisasi) kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Purworejo tentang kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing OPD. (W5)

Tinggalkan Balasan