RAA Cokronegoro I, dari Mantri Gladag Hingga Bupati Pertama Purworejo

PURWOREJO, Salah satu mata acara pokok Pengetan Jumenengan RAA Cokronegoro I, di Pendopo Kabupaten Purworejo Selasa (27/2) malam, yaitu pembacaan riwayat hidup Bupati pertama Purworejo. Pada peringatan kali ini riwayat hidup dibacakan oleh petugas. Pada peringatan sebelumnya riwayat hidup dibacakan oleh RH Boedi Sardjono, ahli waris RAA Cokronegoro I.

Dikisahkan, RAA Cokronegoro I dilahirkan pada Rebo Pahing bulan puasa tahun Ehe 1708 atau 17 Mei 1778 M, di Dusun Bragolan Jenar Purwodadi. Beliau adalah putra Raden Ngabehi Singowijoyo, seorang Mantri Gladag di Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pada masa remaja, Cokronegoro muda pernah belajar di pondok pesantren di Solo asuhan Kyai Taftanjani, bersama dengan RM Ontowiryo atau Pangeran Diponegoro.

Setelah dewasa menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Mantri Gladag dengan sebutan Raden Reksodwiryo. Beberapa tahun kemudian naik pangkat jadi Panewu Gladag.

Pada tahun 1825 Raden Reksodwiryo mendapat perintah dari Paku Buwono VI untuk mengikuti Kanjeng Pangeran Kolonel Kusumoyudo jadi saya pangamping. Reksodwiryo terjun ke medan perang di Siti Urut Sewu.

Pada Desember 1828 diangkat jadi Bupati Tanggung dengan julukan Raden Tumenggung Cokrojoyo. Setelah Perang Jawa atau Perang Diponegoro berakhir 28 Maret 1830, tanah Bagelen diminta paksa oleh Belanda.

Bagelen dipecah jadi dua. Sebelah timur jadi siti lenggah Kadipaten Brengkelan dengan Bupati RT Cokrojoyo. Pada masa itu Kadipaten Brengkelan berubah jadi Purworejo dan RT Cokrojoyo berganti sebutan jadi RAA Cokronegoro I hingga 1856 dan digantikan puteranya RAA Cokronegoro II. (Nas/W5)

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *