PurworejoTerima WTP Ke-6, Wabup: Mempertahankan Butuh Energi Lebih

SEMARANG, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH menyatakan sangat bangga atas penghargaan opini WTP yang sudah 6 kali berturut-turut diraih Kabupaten Purworejo. Namun Wabup mengingatkan agar tidak terkena dan justru menjadikan semangat untuk terus memperbaiki. Hal itu disampaikan Wabup usai menerima penghargaan predikat Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Kementerian Keuangan yang diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Hotel Novotel Semarang, Rabu (31/10) lalu.
Menurut Wabup, mempertahankan WTP membutuhkan energi yang lebih. Oleh karena itu jika ada catatan yang kurang dalam hal tata kelola keuangan, agar segera di tindaklanjuti.
“Tidak usah menunggu, tapi disegerakan untuk dilengkapi. Karena jika memperbaikinya lama akan menjadikan catatan tersendiri dan akan mempengaruhi WTP. Saya optimis kita bisa meraih WTP lagi,” tegasnya.
Penghargaan WTP juga pernah diterima oleh Bupati di Istana Negara beberapa waktu lalu. Penerimaan WTP tersebut khusus yang berpredikat opini WTP 5 tahun berturut-turut tanpa jeda.
Menurut Wabup, kita harus bisa menjaga nilai opini WTP ini yang berarti tata kelola keuangan Kabupaten Purworejo sudah baik. Apalagi tata kelola keuangan merupakan pertanggungjawaban kepada masyarakat juga. Sehingga harus dikelola secara baik sesuai dengan aturan yang berlaku.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai menyerahkan penghargaan berharap penghargaan ini mampu mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan target. Jika selama ini pemerintah daerah hanya berorientasi menciptakan good government, maka harus diubah menjadi clean government. Sebab saat sekarang clean government yang diharapkan masyarakat.
Menurutnya, untuk menciptakan clean government dibutuhkan kerja keras dan keberanian mengingat akan berhadapan dengan oknum dan nafsu pribadi. Terlebih saat ini ruang-ruang tindak koruptif juga semakin mengikuti perkembangan zaman era digital.
“Banyak celah korupsi seperti di ranah jualan izin, jualan jabatan, ngakali, bersekongkol yang biasanya lahir dari relasi komunikasi dengan anggota DPRD.
“Untuk menghindari bentuk-bentuk korupsi, maka yang perlu dibentengi dengan menjaga diri dan kuatkan spiritualitas, serta selalu ingat keluarga,” ujar Ganjar. (**)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *