Proyek Bendungan Bener, Untuk Kali Kedua Warga Tolak Pengambilan Tanah di Desa Wadas

BENER, Untuk kali kedua warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, menolak desanya ditambang untuk keperluan pembangunan mega proyek nasional Bendungan Bener. Dalam pertemuan antara warga Desa Wadas dan pejabat Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) di Balaideaa Wadas, Kamis (26/4), warga tetap bersikukuh tidak bersedia lahannya ditambang.

Dalam pertemuan bertajuk Konsultasi Publik Pengadaan Tanah Pembangunan Bendungan Bener itu, perwakilan warga datang dan diiringi ratusan lainnya. Mereka membentangkan sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap rencana penambangan.

Pertemuan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan diawali pencocokan (verifikasi) nama pemilik tanah yang sudah didaftar oleh tim BBWSSO. Sesi pencocokan nama pemilik lahan pun berjalan lancar, meskipun di luar ruangan teriakan penolakan terus dilakukan.

Namun saat memasuki sesi dialog susana mulai memanas karena warga secara bergantian melontarkan sejumlah pertanyaan kepada tim dan diikuti berbagai pernyataan penolakan.

Siswanto, peserta pertemuan, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana pengambilan tanah di desa setempat. Dia menginginkan supaya pemerintah menanggapi keputusan agar mengambil tanah selain di Desa Wadas.

Pernyataan tersebut didukung oleh dua warga lainnya, Solikhun Khasani. Dia menyatakan bahwa tanah di Desa Wadas yang rencananya akan digali itu merupakan lahan pertanian tinggalan nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain itu bukit di Desa Wadas juga menjadi sumber mata air dan menjadi salahsatu penyumbang durian, buah yang menjadi ikon Kabupaten Purworejo.

Menanggapi hal itu, Kabid Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Modista Tandi Aya mengatakan, bahwa selama ini dia hanya menjalankan tugas dari pemerintah. Menurutnya seluruh proses perizinan pembangunan Bendungan Bener telah dikantongi, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang telah keluar pada 2 Maret 2018.

“Kami ada disini hanya menjalankan tugas sesuai dengan perintah pimpinan. Jadi jika memang itu yang menjadi masukan warga, kami juga akan menyampaikan. Namun sebaiknya warga juga dapat menerima program pemerintah dengan baik,” ujarnya.

Kepada wartawan Modiste menegaskan, pihaknya memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan pendapat. Meski warga menolak, pihaknyaakan tetap berupaya melaksanakan sesuai tugas pemerintah.

“Kam hanya akan mengambil dan membawa material ke bendungan, tidak untuk di eksplorasi. Ini adalah proyek strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah, jadi kita akan melaksanakan tugasnya,” tandasnya. (W5)

Tinggalkan Balasan