Polres Purworejo Terapkan Program Sekolah Siaga Candi di SLTA

PURWOREJO, Setelah sebelumnya sukses menggelar Program Kampung Siaga Candi, Polres Purworejo kini tengah menerapkan Program Sekolah Siaga Candi (SSC). Program yang menyasar sekolah khususnya sekolah tingkat atas ini bertujuan menjaga agar prokes dapat diterapkan dalam seluruh aktivitas di SLTA. Saat ini sudah ada satu SMK di Purworejo yang menjalani program tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, S.IK, SH, M.Si usai menggelar acara silaturahmi dan Gendu-Gendu Rasa bersama wartawan di Aula Polres, Jumat (13/11). Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Asep Supriyanto, S.Sos, MH, para kabag dan kasat.

Kapolres menjelaskan, untuk menerapkan SSC, pihaknya telah mengadakan koordinasi dengan pihak sekolah untuk memahami kendala yang ditemukan baik oleh siswa maupun orang tua siswa.

“Kami sudah mendesain konsepnya dan ini sudah kami terapkan di SMK,” ujar Kapolres tanpa bersedia menyebut SMK yang dimaksud.

Dalam forum itu, Kapolres juga curhat tentang kondisi masyarakat Purworejo yang menurutnya dewasa dalam mensikapi persoalan. “Contohnya ketika ada unjuk rasa ke jalan yang terjadi beberapa waktu lalu, masyarakat tidak ada yang terpancing untuk ikut serta. Mereka hanya sebatas menonton saja,” ucap Marito.

AKBP Rizal Marito, S.IK, SH, M.Si

Pun ketika dihadapkan pada masalah ijin keramaian. Menurut Kapolres, bila berpotensi menimbulkan kerumunan, maka Polres tidak akan pernah memberikan ijin, baik ijin kegiatan lomba maupun hajatan pernikahan dengan menggelar hiburan.

Hal itu tentu saja sudah dikoordinasikan dengan panitia penyelenggara. “Jangan sampai ada klaster (positif Covid-19) yang baru dari kegiatan tersebut. Itu yang kami jaga,” tegasnya.

Kapolres juga memberikan inrmasi bahwa hampir setiap hari pihaknya mengadakan kegiatan operasi yustisi. Menurutnya, ada sekitar 200-an pelanggar di setiap kegiatan yang digelar di seluruh wilayah Purworejo.

Terkait maraknya pelanggaran ITE, Kapolres menegaskan bahwa sudah ada tim cyber control yang terus mengawasi dan memonitor penggunaan medsos. Disebutkan, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pengamat dan pakar medsos, disamping juga sudah adanya sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) di Polres Purworejo.

Kapolres berharap, ajang gendu-gendu roso dapat dijadikan sebagai ajang tukar pikiran.

“Kami berharap ada masukan dari media terkait koreksi atau saran untuk perbaikan tugas kami berikutnya. Kami juga berpesan agar media memberikan informasi yang dapat mencerdaskan masyarakat,” ucapnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan