Pilih TMP Wareng Jadi Tempat Upacara Hari Pahlawan Provinsi Jateng, Ini Alasan Gubernur

WARENG, Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Desa Wareng, Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo, Minggu (10/11). Gurbernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara diikuti oleh tidak kurang dari 1.000 orang, terdiri atas berbagai unsur, TNI, Polri, Pelajar, Pramuka, KNPI, OPD, BUMN, BUMD termasuk unsur ke kepemudaan dan veteran.
Puncak peringatan ditandai dengan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di pusara makam pejuang, kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Tentara Pelajar Desa Wareng, yang dihadiri Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, Wakil Bupati Yuli Hastuti SH, Forkopimda orovinsi, Forkopimda kabupaten, pejabat BUMN, BUMD, OPD Purworejo.

Gubernur Ganjar Pranowo menjelaskan, dipilihnya Desa Wareng sebagai tempat pusat peringatan tingkat Jateng karena ada cerita yang menarik yang bisa diangkat tentang perjuangan pahlawan di desa tersebut.

“Ada cerita sejarahnya, kalau tidak salah tahunnya 1949 pada saat agresi militer Belanda II. Waktu itu para pejuang berkorban mempertahankan jembatan yang ada di sini. Waktu itu akan dibom hingga akhirnya gugur. Yang menarik, dari cerita itu, satu pahlawan kita itu minta ditaburkan hanya dengan bunga putih kepada ahli warisnya,” kata Ganjar.

Menurutnya, perayaan hari pahlawan yang dilakukan dengan berkunjung ke pahlawan yang terkenal dan yang tercatat merupakan sesuatu yang jamak atau lazim. Karena hal itu sudah sering dilakukan dan kebanyakan orang juga sudah mengenal dan mengerti pahlawannya.

Gubernur serahkan bantuan

Saat ini, kata Ganjar, dirinya mulai melihat cerita-cerita yang berkembang di masyarakat. Bahwa di kampung-kampung pada zaman dahulu terdapat banyak pahlawan, termasuk tentara pelajar yang ada di TMP ini.

“Kita sengaja mencari kepada Dinsos untuk mencarikan empat titik, dan saya memilih yang kesini. Karena relatif, ini baru yang saya dengar dan juga belum populer. Dengan kunjungan ini harapannya, kita akan sama menghormati pahlawan siapapun dia, karena mereka telah berjuang untuk Republik ini,” imbuh Ganjar.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga memberikan sejumlah bantuan di antaranya, bantuan pembangunan masjid Darul Taqwa dan gedung MI Islamiyah masing-masing sebesar Rp 40 juta. Bantuan dari baznas, bantuan pembangunan bagi Ponpes dan masjid sebesar Rp 100 juta.
Bantuan juga diberikan kepada kelompok masyarakat berupa sambungan listrik, bor dan tower air senilai Rp 30 juta. Bantuan bagi siswa miskin, peralatan posyandu, bantuan pencegahan stunting, bantuan bagi produksi UMKM, bantuan jamban dan bantuan kursi roda. Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada juara Olimpiade Antar SLTA. (Kj)

Tinggalkan Balasan