Pengadaan Barang/Jasa Gunakan Sistem Elektronik Ikut Andil Besar dalam Efisiensi Belanja

PURWOREJO, Pengadaan barang/jasa pemerintah dengan menggunakan sistem elektronik memiliki andil besar terhadap efisiensi belanja dalam pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh penyedia. Efisiensi tersebut menjadi penyebab munculnya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan).

“Terkait dengan selalu muncul defisit dan SILPA dalam APBD merupakan dampak dari struktur APBD, dimana SILPA tahun lalu merupakan komponen dari Penerimaan Pembiayaan, bukan komponen dari Pendapatan,”tegas Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dalam rapat paripurna DPRD, Kamis (10/10) malam.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si, didampingi para wakil ketua, mengagendakan tanggapan Bupati terhadap pemandangan umum fraksi atas pengajuan Nota Keuangan RAPBD 2020 yang disampaikan pada rapat paripurna Kamis (10/10) siang.

Terkait dengan porsi belanja tidak langsung yang mencapai 63% dari total belanja seperti dipertanyakan oleh fraksi PDIP, Bupati menjelaskan, sesuai dengan aturan akuntansi, belanja tidak langsung terdiri atas belanja pegawai, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil dan lain-lain.

Termasuk bantuan keuangan yang bersifat khusus untuk penanggulangan kemiskinan, insentif RT dan RW, BPJS Kesehatan Kepala Desa dan Perangkat Desa menjadi penyumbang anggaran terbesar kedua setelah belanja pegawai.
“Untuk diketahui, proporsi belanja pegawai dalam RAPBD tahun anggaran 2020 sebesar 32,24% dari total belanja merupakan rasio belanja pegawai terendah dalam lima tahun terakhir,”tegas Bupati.
Menanggapi pandangan Fraksi Persatuan Sejahtera mengenai Raperda Perubahan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK), Bupati menyatakan sepakat pentingnya mengembangkan pariwisata yang bersifat etis, religius dan inovatif.
Bupati juga sependapat dengan pemandangan umum Fraksi Demokrat tentang RIPK agar dilakukan perubahan, karena sudah tidak relevan dengan perkembangan dan tidak mengakomodir perubahan yang signifikan di sektor pariwisata. (Nas)

Tinggalkan Balasan