Penelitian di Rutan Purworejo, Rata-rata Tahanan Baru Alami Depresi dan Ingin Bunuh Diri

PURWOREJO, Penelitian tim psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo mendapati Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Purworejo mengalami indikasi masalah mental seperti stres, depresi, cemas dan keinginan bunuh diri yang rata-rata terjadi pada tahanan baru.

Temuan itu terungkap dalam paparan hasil assesment di depan forum case conference di Lapas Purworejo, Rabu (15/5). Acara dihadiri para pejabat Bapas Magelang, Asisten Pembimbing Kemasyarakatan dan Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung Wibowo.

Tim psikologi UMP menjelaskan, pelaksanaan asesment dilaksanakan 16 April-10 Mei 2019 kepada 129 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) Rutan Purworejo.

Penelitian yang dilakukan meliputi beberapa aspek identitas diri, keluarga, interaksi sosial, riwayat hukum, penyalahgunaan narkotika dan alkohol, risiko bunuh diri, kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kebutuhan penanganan khusus.

Diungkapkan, hasil assesment tersebut nantinya akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penempatan tahanan, perawatan fisik, dan kesehatan mental.

Di dalam Rutan terdapat perawatan dan pembinaan terhadap WBP. Perawatan ini bisa dilakukan baik fisik maupun mental. Kondisi mental yang mumpuni untuk beradaptasi di dalam lembaga dan untuk persiapan kembali di masyarakat.

Begitu juga dengan pihak wali dari Rutan Purworejo juga membutuhkan pengetahuan terkait kejiwaan dan konseling terhadap WBP sehingga WBP dengan risiko tinggi dapat dilakukan konseling sehingga risikonya menjadi rendah.

Kapala Prodi Psikologi UMP Purworejo, Isna, mengatakan kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerjasama yang telah dilakukan dengan Rutan Purworejo. “Diharapkan hasil asessment yang dilakukan dapat membantu upaya revitalisasi pemasyarakatan, ” katanya.
Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung Wibowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa assesment ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perilaku tahanan dan WBP.

“Sehingga nantinya dapat dikategorikan penempatannya baik di Lapas Maximum, Medium, maupun Mininum Security, ” kata Lukman. (W5)

Tinggalkan Balasan